24 Jun 2016

Film-Film Horor Indonesia Paling Serem Sepanjang Masa

Deretan Film Horor Indonesia yang Paling Serem


topikindo.com - Tentang film horor, sebenarnya Indonesia bisa jadi rajanya. Nggak cuma Thailand, Jepang atau Hollywood aja yang bisa bikin film setan-setan. Mengingat deretan mitos makhluk astral di tanah air kita lumayan banyak, dan sejarah deretan film horor Indonesia yang nggak habis dibahas sepanjang masa, boleh lah kita ulas film horor terbaik negeri ini.

Belakangan ini orang-orang lagi hobi meme-in si Valak di The Conjuring 2. Entah untuk menetralisir rasa takut atau memang nggak takut, tapi yang jelas The Conjuring 2 termasuk berhasil bikin penasaran banyak penonton. Tapi, sebenarnya ada beberapa film hantu Indonesia yang nggak kalah ‘greget’ seremnya dari The Conjuring. Here they are..

1. Malam Satu Suro (dan Deretan Film Hantu Suzanna)


Barang siapa pernah merasakan masa kejayaan film-film Suzanna si Ratu Horornya Indonesia, pasti bakalan inget banget sama film ini. Jaman Indonesia punya konsep dan efek bikin hantu yang terbilang ‘kasar’, tapi biar gimana tetep aja nyeremin. Settingnya juga sering di kampung-kampung atau rumah, sampai-sampai rasanya itu mungkin banget kejadian di kehidupan nyata kita. Di film Malam Satu Suro, kita bisa lihat hantu-hantu yang bikin merinding dengan penampakan yang konon cukup mendekati bentuk aslinya, seperti Suzanna yang jadi Sundel Bolong. Bah… Kalo nggak percaya, coba deh tonton filmnya. Di sini banyak banget adegan yang bikin kita nggak bisa tidur. Di awal-awal, perubahan Sundel Bolong jadi Suketi ini membangkitkan imajinasi yang membuatmu parno sendiri. Kalau The Conjuring 2 ada kemesraan Lorraine dan Ed, di sini malah ada arwah penasaran yang main piano tengah malem sambil nyanyi lagu romantis. Hyaaaa…

Masih ngomongin film-film hantu Suzanna. Kita tahu sendiri bahwa Almarhumah Suzanna ini cantik banget sampe akhir hayatnya. Tapi justru cantiknya inilah yang bikin peran-peran hantunya makin nyeremin. Selain ngeri, film-film horor Suzanna banyak yang ‘gore’. Adegan darah kececer, terbunuh atau mati dengan tragis, bertaburan di film-filmnya. Meski demikian, ada juga adegan yang bisa bikin ketawa. Yang paling legendaris adalah adegan makan sate 200 tusuk. Masih banyak yang inget sampai sekarang.

2. Pengabdi Setan


Ini adalah salah satu film horor paling greget di Indonesia, dengan dibintangi Him Damsyik di dalamnya. Seperti judulnya, film ini mengandung kisah magis, mantra dan sihir yang meneror sebuah keluarga. Yang sangat khas dari film ini adalah satu, penampakan hantunya yangannoying banget.

Dan meskipun terkesan konyol, masih banyak orang yang takut buat menonton adegan para hantu dibangkitkan dari kubur, lalu masuk-masuk ke rumah orang dan meneror seisi rumah. Pun adegan arwah Mama Tobi ketuk-ketuk jendela yang bikin kamu nelan ludah saking seremnya.

3. Jelangkung


Jelangkung adalah salah satu tanda kebangkitan film horor Indonesia. Film garapan Rizal Mantovani ini mengangkat tema permainan panggil setan Jailangkung atau Jelangkung itu sendiri. Tagline khasnya yaitu ‘datang tak dijemput, pulang tak diantar’. Yang bikin film ini ‘menyiksa’ buat yang takut film horor adalah suasana gloomy dan desperatenya. Di mana Winky Wiryawan dan teman-temannya seperti terjebak dalam perjalanan dan permainan mereka sendiri.
Juga timing dan penempatan datangnya hantu yang main alus banget, bikin suasana tegang dan horornya dapet. Kita juga makin penasaran seperti apa wajah hantunya, tapi juga tutup mata waktu penampakannya muncul. Di film ini jugalah kita bakal kenalan sama sosok asli Suster Ngesot. Widiiiiih…

4. Tusuk Jelangkung


Masih dari film garapan Rizal Mantovani, dan masih tentang permainan memanggil setan. Tapi, kali ini kita akan lebih banyak disuguhkan ketegangan dan hantu-hantu ala bangunan tua. Tau sendiri kan cerita hantu di bangunan lawas bekas penjajahan atau peninggalan Belanda, biasanya nggak jauh-jauh dari Nona Belanda, piano antik dan sejenisnya.

Nah, film ini juga pernah jadi salah satu besutan Rizal Mantovani yang terbaik. Ada yang bilang lebih bagus ini dari pendahulunya, Jelangkung. Mungkin pengaruh banyaknya bintang baru yang tampil, seperti Marcella Zalianty dan Samuel Rizal yang tampil di film tersebut.

5. Keramat


Loncat ke film Keramat yang juga jadi generasi penerus film horor Indonesia. Konon film ini termasuk unik karena nggak ada skrip dan skenario sama sekali. Highlightnya adalah misteri dalam suasana yang sangat Kejawen. Di antaranya adegan kesurupan, hantu mbok-mbok yang tiba-tiba muncul, sampai munculnya hantu ikonik seperti ‘si guling putih’ alias pocong dan kuntilanak.

Belum lagi jalan cerita yang dibuat misterius, di mana banyak pemeran film yang menghilang tanpa sebab. Kalau kalian pernah merasakan Jogjakarta dan sekitarnya, mungkin bisa merasakan esensi seremnya. Bahwa sesuatu yang antik kadang kala begitu dekat dengan hal yang klenik. Hayoloo.. ada yang koleksi barang antik di rumah?

6. Kuntilanak


Film Kuntilanak memang dibintangi oleh si cantik Jullie Estelle. Tapi hal ini nggak membuat film tersebut kehilangan nilai horornya. Kuntilanak dalam film ini benar-benar berbeda dari sosok yang banyak kita lihat di film-film Suzanna.

Selain itu, kamu akan parno terhadap cermin gara-gara film yang satu ini. Pasalnya banyak cermin besar yang dijadikan pusat perhatian. Atau jangan sembarangan nyanyi lagu Lingsir Wengi yang katanya bisa mengundang datangnya si Kuntilanak. Ada juga mitos tentang meletakkan kursi yang jangan sampai menghadap tembok. Konon kalau itu kamu lakukan, Kuntilanak akan duduk di situ sambil menyisir rambutnya. Ampun boooss..

Itulah beberapa film horor Indonesia yang nggak kalah serem dibanding The Conjuring 2. Di mana jump scare, klimaks cerita dan kesan yang ditinggalkan masih bisa membekas sampai sekarang. Padahal deretan film di atas sudah lama banget lho produksinya.

Intinya film kita juga unggul buat disandingkan dengan film luar negeri. Asalkan digarap dengan serius dan mungkin, tinggalkan saja kiblat horor ‘esek-esek’ yang sempat menjamur belakangan. Toh, film horornya justru laku keras dan masih diingat orang hingga kini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar