30 Jul 2016

Arief Soemarko, Suami Mirna Beri 140 juta ke Peracik Kopi Sianida

Suami Mirna Titip Rp 140 Juta untuk Peracik Kopi Kafe Olivier


topikindo.com - Pengacara terdakwa Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan mengungkapkan fakta baru dalam perkara kematian Wayan Mirna Salihin. Di depan Majelis Hakim, Otto menyebutkan bahwa Rangga, selaku peracik kopi (barista) di Kafe Olivier, sempat didatangi orang tak dikenal untuk membunuh Mirna.

Otto menerangkan, ‎fakta tersebut ada di dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang diajukan jaksa penuntut umum dan polisi. Dalam BAP itu, disebutkan Otto, bahwa ada seseorang yang menitipkan uang Rp 140 juta, dari suami Mirna, Arief Soemarko.

”Rangga itu mengaku sama dokter waktu diperiksa, dia juga mengiyakan, kalau dia menerima transfer dari Arief untuk bunuh Mirna. Rangga mengiyakan, dan itu ada dalam BAP polisi. Kami bukan mengada-ngada,” kata Otto.

Sementara itu, lanjut Otto, berdasarkan data yang dimilikinya, seseorang mengaku polisi sempat mendatangi kafe dan mencari orang yang namanya Rangga. Orang itu merupakan suruhan Arief yang disuruh untuk meracuni Mirna. Sebagai imbalannya, Rangga ditransfer bayaran sebesar Rp 140 juta.

Mendengar keterangan seperti itu, anggota majelis hakim Binsar Gultom menanyakan langsung kepada Rangga yang hadir di sana. Rangga lantas mengiyakannya, bahkan melaporkan hal itu ke Jatanras Polda Metro Jaya. Terlepas dari itu, Rangga mengaku tidak menerima uang tersebut.

“Saya membantah, Yang Mulia. Kalau saya terima, saya sudah berhenti kerja,” tutur Rangga.

Meski sudah dibantah, Otto bersikeras keterangan Rangga yang dia ucapkan tadi bukan keterangan palsu.

Secara terpisah, Arief yang masih menonton persidangan, juga membantah. Menurut Arief, dia belum pernah bertemu dengan Rangga sebelum di persidangan kasus pembunuhan istrinya.

“Enggak pernah (ketemu Rangga), enggak benar itu,” ujar Arief.

Saat sidang sudah bubar, JPNN lantas mengonfirmasi informasi tersebut kepada Rangga, apakah ada seseorang yang menemuinya dengan tujuan untuk membunuh Mirna.

“Ya begitulah,” ujar dia seraya meninggalkan‎ Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar