28 Jun 2017

Wasit Masih Jadi Kendala Terbesar di Kompetisi Bola Indonesia, Ini Penyebabnya

Wasit masih jadi kendala terbesar dalam penyelenggaraan kompetisi di Indonesia. Selama bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 sejumlah klub merasa wasit yang bertugas kerap kali tidak mengambil keputusan yang tepat.

Bahkan masalah sendiri sudah dimulai sejak pekan pertama. Arema FC langsung melayangkan protes kepada PT Liga Indonesia Baru akibat hakim garis tidak mengesahkan gol Cristian Gonzales ke gawang Persib Bandung karena dinilai offside.

Selain itu ada protes dari PSM kepada wasit yang memberikan penalti di menit-menit pada laga melawan Mitra Kukar. Padahal ketika itu Juku Eja sedang di ambang kemenangan karena sudah unggul 1-0.

Tak hanya itu Pusamania Borneo FC juga memberikan protes karena sang pengadil menganulir dua gol ke gawang PS TNI.

Dari kasus-kasus tersebut memang banyak beranggapan jika wasit Indonesia kualitasnya sangat buruk. Banyak pembenahan yang harus dilakukan wasit Indonesia agar sesuai standar rules of the game.

Kami coba menganalisi apa yang menyebab banyak keputusan wasit yang kontroversial. Berikut tiga analisisnya.

1. Banyak Wasit Indonesia Tidak Bisa Bahasa Inggris


Jika saat berhubungan dengan pemain lokal bukan jadi masalah terkait bahasa. Namun ketika berhubungan dengan pemain asing hal ini tentunya jadi kendala besar. Mengingat banyak wasit di Indonesia yang sepertinya gelagapan ketika memberikan hukuman kepada pemain asing.

Bahasa inggris yang pas-pasan sepertinya jadi kendala komunikasi dengan pemain asing. Seharusnya wasit di Indonesia minimal harus bisa berbahasa Inggris apalagi hingga kini tidak ada satu pun wasit Indonesia yang memimpin pertandingan internasional karena kendala ini.

2. Belum Ada Sistem Penilaian Wasit


Maksudnya disini belum ada pihak yang kompeten sebagai pengawas wasit. Pengawas wasit ini fungsinya memberikan penilaian akan kinerja wasit dalam kompetisi. Sebagai contoh banyak wasit di Indonesia yang fisiknya lemah karena hanya mampu maksimal hingga menit ke 75. Dengan adanya pihak pengawas wasit hal ini bisa jadi masukan untuk wasit tersebut harus membenahi fisiknya. Apalagi wasit harus memiliki intensitas yang sama dengan seluruh laga pertandingan.

3. Jarak Geografis Indonesia Yang Jauh


Kendala jarak Indonesia dimana negara ini dihubungkan pulau per pulau juga jadi biang keladi banyaknya keputusan wasit yang kontroversial. Luas wilayah Indonesia berpengaruh terhadap interaksi antarwasit. Tapi hal ini bisa diatasi dengan teknologi.

Misalnya untuk evaluasi keputusan wasit di satu daerah saat menghadiahkan penalti. Karena kendala jarak dalam berdiskusi dengan wasit-wasit lainnya. Hal ini bisa dilakukan denga  kirim saja email ke semua wasit dengan hasil dari putusan PSSI dan keberatan klub

Selain itu masalah ini juga bisa dipermudah dengan teknologi bantuan tentunya akan mempermudah tugas wasit di lapangan. Sayangnya di Indonesia jauh dari kata itu, jangankan VAR, alat bantu komunikasi aja tidak ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar