13 Des 2016

Dian Yulia Novi, Pengantin Bom Wanita yang Disiapkan Ledakkan Istana Presiden

Datasemen Khusus (Densus) 88 Polri berhasil mengamankan bom seberat 3 kg, dengan daya ledak hingga radius 300 meter persegi, di rumah kontrakan, Jalan Bintara Jaya 8, Kota Bekasi, Sabtu (10/12/2016).

Selain menemukan bom, Densus juga menangkap tiga orang, yang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan.

Perempuan itu diketahui bernama Dian Yulia Novi.

Berikut fakta-faktanya.

1. 27 Tahun

Dian lahir di Cirebon 4 Juli 1989 atau berusia 27 tahun. Alamatnya blok Jati Mulya RT 018/RW 006, Kel/ Desa, Bakung Lor Kecamatan Jamblang

2. Masih lajang

Pada foto KTP-nya yang berdar di media sosial status Dian belum kawin alias lajang. Di situ juga Novi berstatus pelajar/mahasiswa. Tapi KTP ini dicetak 2013 lalu.

3. TKW

Oleh tetangganya Dian dikenal pendiam dan tak banyak bergaul. Kabar terakhir menyebut jika Dian pernah menjadi TKW (tenaga kerja wanita) di Taiwan.

4. Kelompok Bahrun Naim

Dugaan sementara, Dian dan rekannya adalah anggota kelompok Bahrun Naim dan sudah lama dibuntut polisi.

5. Tinggal di Kos-kosan

Satu kamar kontrakan nomor 104 di Bintara VIII RT 04 RW 09, Kota Bekasi yang digerebek Densus 88, Sabtu (10/12/2016) sore tadi ternyata disewa oleh terduga teroris perempuan, Dian Yulia Novi (DYN).

6. Tinggi kurus

Perawakan Dian yakni kurus, tinggi dan masih muda.

Berikut Identitas dan Foto Calon Pengantin Bom Bekasi Dian Yulia Novi


dian-yulia-novi-perempuan-yang-diduga-disiapkan-ledakkan-istana-presiden2

Dian lebih banyak tinggal di Bandung untuk berjualan ikan. Baru pada 2011, Dian Yulia Novi  pulang ke Cirebon untuk merawat ayahnya yang sakit.

Kondisi ekonomi keluarga Dian Yulia Novi  terus merosot. Akhirnya sebagai anak pertama dari pasangan AS (50) dan DYT (48), Dian memutuskan untuk berangkat menjadi TKW pada tahun 2012.

"Dia datang ke balai desa untuk ngurus-ngurus administrasi berangkat menjadi TKW ke Taiwan. Tapi berangkat atau enggaknya saya juga tidak tahu," ujar Watma, Kuwu Bakung Lor, Sabtu (9/12).

Pihak pemdes sendiri tahu kasus tersebut dari pihak kepolisian sektor Klangengan yang menanyakan tempat tinggal dari Dian Yulia Novi  di Bakung Lor.

Namun pihak Pemdes belum memberitahukan peristiwa penangkapan Dian kepada pihak keluarga. Pihak keluarga hanya diberi tahu jika Dian Yulia Novi  terkena razia yustisi.

"Orang tuanya sedang sakit, kita khawatir jika disampaikan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," imbuh Watma.

Lebih lanjut Watma mengatakan, di mata masyarakat sekitar, Dian Yulia Novi  adalah warga yang baik dan dikenal dekat dengan keluargannya, meskipun kerapkali terlihat tertutup.

"Setahu kami, Dian Yulia Novi  memang dikenal baik oleh warga dan sering sekali membantu orang tuannya. Tapi kami tidak tahu penyebabnya apa, tiba-tiba dia Dian ikut dalam jaringan teroris dan ditangkap polisi," katanya.

Sementara, Kaur Kesra Desa Bakung Lor, Abdul Hamid mengatakan berdasarkan keterangan yang didapat dari keluarga, Dian Yulia Novi  merantau mengajar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di Jakarta setelah pulang dari Taiwan.

"Keterangan dari keluarga begitu, katanya ngajar di sekolah, tapi tidak tahu sekolah apa," ujarnya.

Kondisi ekonomi keluarga Dian Yulia Novi yang tak kunjung membaik membuat Dian Yulia Novi  akhirnyamenjadi tulang punggung keluarga. Dian Yulia Novi  yang kemudian menopang ekonomi keluarganya.

"Keluarganya tidak menjelaskan secara pasti, apakah Dian Yulia Novi  rutin mengirim uang atau tidak, tapi katanya dia lah tulang punggung keluarga," paparnya.

Di lokasi, suasana di sekitar rumah Dian lebih ramai dari biasanya. Sejumlah petugas kepolisian dan TNI nampak berjaga-jaga menunggu tim Densus 88 yang kabarnya akan melakukan penggeledahan di rumah Dian.

Terpisah, salah satu keluarga Dian mengaku masih menunggu petunjuk pihak kepolisian. Namun pihaknya meminta agar proses yang dilakukan turut pula memperhatikan kondisi kesehatan orang tua Dian.

"Orang tuanya kan lagi sakit, kalau ada ramai-ramai pasti ngedrop. Kita khawatir nanti sakitnya malah nambah parah. Jadi mohon agar bisa diperhatikan juga kondisi kesehatan orang tuanya,"tukasnya.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus kemarin mengatakan, Dian  merupakan “calon pengantin” yang akan meledakkan bom bunuh diri di Istana Negara.

Datasemen Khusus (Densus) 88 Polri berhasil mengamankan bom seberat 3 kg, dengan daya ledak hingga radius 300 meter persegi, di rumah kontrakan, Jalan Bintara Jaya 8, Kota Bekasi, Sabtu (10/12/2016).

Selain menemukan bom, Densus juga menangkap tiga orang, yang terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar