20 Des 2016

Ahok Beberkan Bukti Jika Warga Jakarta Telah Memaafkannya

Setelah sempat menurun karena kasus penistaan agama, kini elektabilitas pasangan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat kembali meningkat.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan bahwa elektabilitas pasangan Ahok-Djarot meningkat karena perubahan sikap Ahok yang kini lebih santun.



Menurut Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi publik menganggap bahwa permohonan maaf yang disampaiakan Ahok tulus, oleh karena itu mereka memaafkannya dan kembali percaya pada Ahok.

Menanggapi hal tersebut, Ahok yekin bahwa seluruh masyarakat DKI Jakarta akan memaafkan dirinya terkait kasus dugaan penistaan agama. Sehingga tak heran jika elektabilitasnya meningkat karena permohonan maaf tersebut.

“Bisa saja, yang penting memang warga DKI bangsa kita, bangsa pemaafkan ya kita itu. Orang-orang tertentu yang tak bisa memaafkan. Bangsa kita, bangsa yang bertuhan dan memaafkan saya kira itu,” tutur Ahok di Rumah Lembang seperti dilansir merdeka.com.

Ahok juga meyakini bahwa elektabilitasnya yang kini meningkat juga dipengaruhi oleh kepuasan warga DKI Jakarta terhadap kinerja Ahok-Djarot selama memimpin Jakarta.

Ahok juga mengatakan bahwa hanya dirinya dan Djarot lah yang sudah bekerja memimpin Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama 4 tahun. Sedangkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno belum pernah memimpin Jakarta sebelumnya.

Maruarar Sirait, juru bicara Ahok-Djarot, sebelumnya mengungkapkan bahwa elektabilitas pasangan ini sempat turun dari 50 persen ke 30 persen karena kasus dugaan penistaan agama.

Namun, survei terbaru membuktikan bahwa elektabilitas Ahok-Djarot kembali meningkat karena perubahan sikap Ahok yang kini jauh lebih ramah.

Maruarar juga mengatakan bahwa tiap manusia tentu memiliki potensi untuk salah dan melakukan kesalahan, begitu pula Ahok. Namun, ia yakin Ahok kini sudah berubah dan masyarakat pun telah memaafkannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar