8 Agu 2016

Wakil Presiden Jusuf Kalla Himbau Agar Volume Speaker Masjid Sesuaikan Lingkungan

Jusuf Kalla Minta Penyesuaian Volume Speaker Mesjid Setelah Kerusuhan Tanjung Balai


topikindo.com - Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, telah mengingatkan masjid untuk menjaga volume pengeras suara mereka pada tingkat yang wajar sehingga tidak menimbulkan gangguan di tengah kerusuhan di Tanjung Balai, Sumatera Utara pekan lalu menyusul argumen atas pengeras suara masjid.

Kerusuhan di Tanjung Balai berakhir dengan 12 kuil Buddha dibakar dan dijarah, dan itu semua dimulai ketika lokal mengeluh atas tingkat suara speaker masjid di dekat rumahnya, Kalla mengatakan pada hari Kamis.

“Pembicara ‘Volume tidak boleh terlalu tinggi,” katanya dalam sambutannya dalam acaramembahas masjid’ peran untuk mencegah ajaran sesat di Jakarta seperti dilansir tempo.co.

Itu bukan pertama kalinya Kalla, yang juga menjadi Ketua Dewan Masjid Indonesia, mendesak masjid untuk menurunkan volume loudspeaker mereka sebagai bagian dari upaya untuk mempromosikan perdamaian dan harmoni.

Indonesia, negara demokrasi dengan penduduk muslim terbesar di dunia, juga rumah bagi jumlah terbesar dari masjid di dunia dengan 800.000 menyebar secara nasional, katanya.

Dia mengatakan banyak masjid membacakan bagian dari Quran selama loudspeaker sebelum adzan (adzan) selama hampir 30 menit sementara itu hanya akan memakan waktu kurang dari jumlah waktu bagi orang untuk tiba di masjid untuk sholat.

Delapan belas orang telah menjadi tersangka oleh polisi setempat setelah kerusuhan pekan lalu. Kapolri Jenderal Tito Karnavian, sementara itu, telah menyalahkan pesan media sosial untuk menghasut kekerasan itu terjadi.

Diketahui dengan info yang merebak sejauh ini, peraturan terkait speaker mesjid sudahdiberlakukan pada tahun 70-an dan belum sepenuhnya diterapkan karena masih jarak-jaraknya keberadaan mesjid di lingkungan tertentu.

Sebelumnya juga banyak kritikan terhadap JK terkait pernyataannya untuk masalah speaker mesjid ini dan memicu kontroversi dari berbagai sumber dan adanya  pemelintiran berita asli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar