26 Jul 2016

Mengintip Persiapan Kebijakan Plat Nomor Ganjil Genap di DKI

Pengawasan Plat Nomor Ganjil-Genap Dinilai Tidak Sulit


topikindo.com - Kebijakan plat nomor ganjil genap yang akan segera diberlakukan di Ibu Kota dinilai sulit diterapkan oleh sejumlah kalangan. Utamanya tentang pengawasan dan penindakan. Namun, hal itu dibantah Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah.

Menurutnya, pengawasan kebijakan pelat nomor ganjil genap tidak sesulit yang dibayangkan. Pengawasan kebijakan itu akan dilakukan dengan bekerjasama kepolisian. ”Tidak sulitlah, kita bersama kepolisian. Pasti pengawasannya bisa dilaksanakan, tidak sesulit itu,” ujar Andri, kemarin (22/7).

Menurutnya, praktik pengawasanya, kata Andri, adalah dengan penempatan petugas Dishubtrans DKI di setiap lampu pengatur lalu lintas untuk memeriksa STNK. Apabila ditemukan pengendara yang nomor STNK-nya tidak sesuai dengan nomor pelat, maka akan ditindak langsung oleh kepolisian.

”Melihat pelat yang nanti dibantu dari kepolisian. Dari Dishubtrans ada pemeriksaan STNK secara acak di titik-titik traffic light saat sedang lampu merah,” terang Andri juga. Metode pengawasan mulai diterapkan saat uji coba kebijakan ganjil genap pada 27 Juli sampai 26 Agustus 2016 mendatang. Adapun lokasi penerapan kebijakan ganjil genap adalah di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, dan Gatot Subroto.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan, penerapan sistem ganjil genap tak akan berlangsung lama. Sistem tersebut dilakukan menunggu kesiapan penerapan Electronic Road Pricing (ERP).

”Enggak lama kok (penerapan ganjil-genap), hanya sampai ERP siap. Kalau enggak salah sampai 2017 atau 2018 ya kita lihat sajalah nanti,” kata Awi. Sejauh ini kata dia, pihaknya telah melakukan sosialisasi pemberlakuan sistem ganjil genap kendaraan kepada masyarakat.

Baik secara langsung kepada masyarakat di jalan maupun melalui media sosial dan media elektronik. ”Kita kepolisian membantu memback-up dinas perhubungan. Sosialisasinya kita sudah kita lakukan secara masif. Ada (spanduk), tapi itu dari Dishub,” ujarnyan juga.

Awi mengungkapkan, petugas kepolisian tak segan-segan melakukan penindakan terhadap masyarakat yang mencoba membuat plat nomor polisi cadangan untuk menghindari terkena waktu pemberlakuan.

”Kita bilang tetap pengawasan manual. Ke depannya kan ini menuju ke ERP, pakai transaksi elektronik, pakai kamera CCTV tentunya itu bisa di link-kan dengan Samsat, sekarang kan belum masih proses, namanya juga teknologi ya kita harus sabar lah. Menunggu kebijakan itu ya ini paling tepat,” tandasnya juga.

Survey Kinerja Pemerintah Jokowi Dalam Dua Tahun Pilpres Bikin Heboh

Disebut Elektabilitas Rendah, Maruarar Langsung Bela Megawati

topikindo.com - Tingkat kepuasan rakyat Indonesia kepada Presiden Joko Widodo dua tahun setelah pemilihan Presiden pada Juli 2014 lalu mencapai 67 persen. Sementara itu, hanya 30 persen warga yang mengatakan tidak puas atau kurang puas. Sisanya menjawab tidak tahu atau tidak jawab.

Demikian hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis di kantor SMRC, Jalan Cisadane, Menteng, Jakarta.

Survei ini bertajuk "Kinerja Pemerintah Jokowi Dalam Dua Tahun Pilpres". Selain Direktur Program SMRC Sirojuddin Abbas, hadir juga dalam survei ini politikus Golkar Agun Gunanjar Sudarsa, politikus PDI-P Maruarar Sirait dan peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi.

Menariknya, dalam pemaparan survei ini terjadi perdebatan yang hangat antara Burhanuddin dengan Maruarar Sirait. Dalam catatan Burhan, Jokowi cepat melakukan recovery sebab tiga bulan pertama setelah Pilpres, pernah jatuh ke titik terendah dalam hal tingkat kepuasaan pada publik, terutama setelah menyusun kabinet. Namun kini, tingkat kepuasaan publik pada Jokowi sangat tinggi sekali.

Burhanuddin memberi catatan, ternyata survei SMRC pun menunjukkan bahwa tingkat kepuasaan publik pada Jokowi tidak paralel dengan sosok Ketua Umum PDI-PM Dalam survei SMRC dengan variabel "Bila Pemilihan Presiden dilakukan sekarang" maka tingkat elektabilitas Jokowi 32,4 persen. Sementara Mega hanya 0,5 persen, di bawah Prabowo Subianto (9,4 persen), SBY (2,6 persen) dan Hary Tanoesudibyo (1,9 persen). Pun demikian, bila pertanyaan diajukan secara semi terbuka, Maka elektabilitas Mega hanya 1,8 persen dan Harry Tanoe 3, 9 persen.

”Bagaimana ini partai bisa menang di masa mendatang sementara tingkat elektabilitas Mega kalah sama Hary Tanoe," ungkap Burhanuddin.

Terkait hal ini, Maruarar langsung membela Megawati. Maruarar mengingatkan Burhan bahwa posisi Megawati tidak lagi mengejar elektabilitas. Megawati dalam posisi terus mengawal ideologi partai, serta lebih mengawal dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. Kata Maruarar, Megawati juga terus melakukan regenaresi kepemimpinan di tubuh partai dan itu berhasil.

"Lihat saja survei tadi dari banyak tokoh yang masuk di level semuanya kader PDI Perjuangan. Ada Ganjar Pranowo, Trirismaharini, Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Pramono Anung. Ini menjukkan bahwa kaderisasi dan regenerasi partai di bawah kepemimpinan Ibu Mega sangat berhasil. Saya lihat tidak ada nama kader dari Partai Pak Agun," ungkap Maruarar sambil melirik Agun, dan Agun membalasnya dengan senyuman mengakui perkataan Ara.

Survei SMRC ini melibatkan 1.220 responden dengan respons rate sebesar 84 persen dan mengguakan metode multistage random. Survei digelar pada 22-28 Juni 2016.

25 Jul 2016

Celine Evangelista Tuding Bacil Hanya Cari Popularitas

Waduh, Celine Evangelista Tuding Bacil Cari Popularitas


topikindo.com - Bintang film dan pemain sinetron Celine Evangelista (24) menuding kalau wanita yang bernama Intan alias Bacil, sedang mencari popularitas.

Walaupun tidak menegaskan secara langsung, Celine hanya menduga Bacil ingin dikenal atau mencari sensasi dengan secara tidak langsung memfitnah ia sebagai wanita lesbian.

"Saya gatau motif dan tujuannya apa. Hati orang gak ada yang tau. Semua akan diperhitungkan bukan di dunia aja, tapi di akhirat," kata Celine.

Hal itu ia katakan saat ditemui di lokasi shooting sinetron 'Asisten Rumah Tangga' di Kota Wisata, Cibubur, Bogor, Jawa Barat.

"Tapi yang jelas I'm not lesbian!" sambung janda cantik dua anak ini.

Meskipun saat ini sudah terlanjut mengenai dugaan pernikahan sejenis yang dilakukan di Las Vegas, Amerika Serikat itu, Celine pasrah dan menyerahkan semuanya kepada orang yang membencinya.

"Saya males jelasin detailnya seperti apa. Saya kerja di entertain untuk hibur orang, bukan diri saya yang dijadikan hiburan," tegasCeline Evangelista.

Celine Evangelista menjadi perbincangan publik, ketika dugaan pernikahan sejenisnya tersebar di media sosial.

Dugaan pernikahan sejenis itu pun dilakukan Celine --panggilanCeline Evangelista-- dengan wanita yang bernama Intan alias Bacil, yang kabarnya diselenggarakan di Bellagio Las Vegas Luxcury Resort and Casino, Las Vegas, Amerika Serikat (AS), 11 Juni 2015.

Bahkan, sertifikat pernikahan sejenis mereka pun juga tersebar di sosial media, sehingga cibiran dan komentar pedas dilayangkan oleh netizen untuk mantan istri dari Dearly Dave alias Dirly.

Dea Valencia Cewek Cantik Berpenghasilan Milyaran dari Batik

Di usia 22 tahun, Dea telah menjadi wirausahwan sukses dengan berdagang batik dengan merek Batik Kultur.


topikindo.com - Bagi sebagian orang, mungkin sulit membayangkan bahwa seorang gadis muda belia sudah bisa menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan milyaran. Apalagi jika capaian tersebut diperoleh dengan keringat sendiri tanpa warisan kekayaan harta orang tua.

Namun Dea Valencia Budiarto membuktikan bahwa hal itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dicapai. Jika banyak orang berusia muda yang baru lulus dari universitas (fresh graduate) memiliki pendapatan bulanan pada kisaran jutaan, hal ini tak berlaku bagi Dea. Di usia 22 tahun, Dea telah menjadi wirausahwan sukses dengan berdagang batik dengan merek Batik Kultur.

“Saya benar-benar belajar dari awal sejak saya mulai jatuh cinta dengan batik. Jadi semua motif batik yang saya jual designnya adalah hasil karya saya sendiri. Tentu banyak yang saya adaptasi dari model batik lawasan. Awal tahun 1900-an, banyak orang Belanda yang belajar membatik.Mereka adaptasi beberapa dari dongeng Belanda. Nah, ini yang saya modernisasi,” kata Dea.

Dea mulai menjalankan bisnis batik sejak usia 16 tahun di tahun 2011. Setahun pertama, ia menjual batik lawasan. Seiring berjalan waktu, ia mulai menjual batik tidak lagi dalam bentuk kain, tetapi sudah menjadi baju Ketidaksanggupannya membeli batik yang ia inginkan justru menjadi awal mula kesuksesannya.

Seiring berjalannya waktu, ketika awal produksi Batik Kultur hanya membuat 20 potong pakaian, kini bisnis Dea mampu memproduksi 800 potong Batik Kultur setiap bulan Dengan harga Rp 250.000 - 1,2 juta, nilainya setara dengan Rp3,5 miliar per tahun atau Rp300 juta per bulan.

Dea memulai Batik Kultur benar-benar dari nol. Bahkan ia sendiri yang menjadi model Batik Kultur. Beruntunglah, wajah Dea yang cantik mempermudah jalannya untuk tampil di hadapan kamera. Bahkan Dea sendiri yang mendesain produk Batik Kultur padahal ia mengaku tak bisa menggambar. Untuk itu,  Dea memiliki seorang rekan yang bisa diandalkan untuk mentranfer imajinasinya tentang pola batik menjadi sebuah gambar.

Kini Batik Kultur bahkan telah diekspor ke beberapa negara. Beberapa customer dari Norwegia, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, Singapura dan Hongkong sudah melakukan pemesanan. “Cuma produksinya untuk ekspor dalam jumlah besar belum dilakukan. Karena kemampuan produksi kami masih kurang untuk memenuhi permintaan dari konsumen dalam negeri,” jelas Dea.

Tak cuma batik, Batik Kultur pun merambah ke tenun ikat. Khusus yang satu ini, Dea harus membelinya di Jepara, tepatnya di Desa Troso yang merupakan sentra tenun ikat. Jika dulu hanya membeli beberapa meter kain, kini sekali kulakan Dea membeli tak kurang dari 400 meter tenun ikat.

Sebagai alumni program studi Sistem Informasi Universitas Multimedia Nusantara, Dea paham betul kekuatan internet untuk pemasaran. Batik Kultur 95 persen memanfaatkan jaringan internet dalam urusan permasalahan.

Dea menjadikan Facebook dan Instagram sebagai katalog dan media komunikasi dengan konsumennya. Dari sana, referensi untuk Batik Kultur menyebar dari mulut ke mulut. Integrasi dunia maya dan dunia nyata menyukseskan bisnis Dea.

Bagi Dea, kesuksesan bisnis tak diukur dari berapa banyak produknya terjual atau berapa banyak customer yang dimiliki. Termasuk soal pendapatan usaha, menurutnya itu bukanlah hal yang utama. “Bagi saya justru berapa banyak orang yang bisa saya berdayakan untuk bekerja di bisnis yang saya miliki ini. Saya bangga awalnya saya hanya punya seorang karyawan, kini saya punya 85 karyawan. Bahkan 40 diantara mereka adalah diffabel. Untuk saya, ini tolak ukur yang lebih penting,” jelas Dea.

Saat ini Batik Kultur baru memiliki 1 galeri penjualan di Semarang, Jawa Tengah, kota asal kelahiran Dea. Namun dalam waktu dekat, ia akan mendirikan 1 galeri lagi di Ibu Kota Jakarta. “Karena memang pemesanan pembelian online terbanyak kami dari Jakarta,” tutup Dea.

Ternyata di Komik Marvel Ada Superhero yang Berasal dari Indonesia

Melati Kusuma, Superhero Marvel Asal Indonesia


topikindo.com - Sejauh yang kita ketahui bahwa semua superhero Marvel yang kita ketahui adalah tokoh yang berasal dari  Amerika, Inggris dan negara lainnya. Namun, perlu diketahui bahwa ada juga tokoh superhero Marvel asal Indonesia yang ikut eksis juga lho! Dialah Melati Kusuma, superhero cantik asal Indonesia yang ikut bergabung dengan superhero marvel lainnya seperti Spiderman, Captain America, Hulk, dll.

Sosok Melati Kusumah sebelum menjadi superhero

Sebelum menjadi superhero bernama Melati Kusuma, sosok superhero ini sebelumnya adalah seorang mahasiswi biasa yang mengalami sebuah bencana di dalam hidupnya. Dalam kisahnya, sosok Melati Kusuma ini digambarkan dengan fisik tubuh dan wajah yang tidak sempurna. Semua ini ia alami akibat dari kecelakaan motor hebat sehingga tubuh dan wajahnya penuh luka berat.  Hal  ini mengakibatkan semua anggota tubuhnya harus diamputasi dan membuat Melati harus menjalani hidupnya dengan duduk di kursi roda.

Melati Kusuma saat menjadi sosok superhero

Melati Kusuma yang meruapakan mahasiswi Empire State University diveritakan dalam komik bahwa ia memiliki kekuatan super dan menjelma menjadi superhero setelah ia meminum sebuah formula atau ramuan yang dihasilkan dari rekayasa genetika. Formula itu diciptakan oleh seorang profesor yang bernama Dokter Curt Connor dan biasa disebut dengan serum Lizard.

Melati mencuri serum itu dan meminumnya diam-diam untuk mendapatkan tubuhnya yang tidak sempurna itu. Terkait dengan Dokter Curt Connor, profesor tersebut juga pernah menjadi guru bagi sosok Peter Parker atau yang dikenal sebagai Spiderman. Dr. Connor sendiri pada akhirnya juga menjadi musuh bagi Spiderman. Hal ini dikarenakan pengendalian Dr. Connor tidak bisa dijalankan akibat dampak dari formula serum yang diciptakan olehnya sendiri.

Namun, berbeda dengan Melati. Ia tetap mendapatkan pengendalian tubuh sepenuhnya. Pada akhirnya ia mendapatkan kedua kakinya kembali sebagai ganti kakinya yang sudah diamputasi dahulu meskipun kaki yang ia dapatkan adalah kaki reptil dari seekor Komodo.

Kehidupan Baru Melati Kusuma

Semuanya sudah terlanjur, Melati sudah menerima dirinya sebagai superhero akibat dari formula ramuan tersebut. Meskipun seperti itu, Dokter Connor memerintahkan Melati agar menggunakan kekuatannya dengan bijaksana dan penuh tanggung jawab. Akhirnya Melati Kusuma bergabung dengan The Avengers Initiative.

Kekuatan unik Melati adalah menumbuhkan kembali sisa tubuhnya yang terpotong dengan bagian tubuh Komodo. Ia dapat berubah wujud sesuai yang ia kehendaki. Jadi, terkadang ia bisa menjadi wanita biasa atau juga bisa menjadi manusia reptil. Apabila ia menjadi sosok wanita biasa, ia tetap menjadi sosok wanita yang kehilangan kedua kakinya dan duduk di kursi roda. Tapi, jika ia menjadi superhero reptil, ia tidak bisa dihancurkan karena ia selalu dapat menumbuhkan anggota tubuhnya dan menyerang musuh yang siap melawannya.

Dibalik  karakter Melati Kusuma

Melati Kusuma merupakan karakter superhero yang diciptakan oleh Stefano Caselli dan Dan Slott. Tokoh ini pertama kalinya muncul di komik The Avenger: Intiative, CMIIW. Dikisahkan bahwa Melati dilatih secara resmi bersama SHIELD yang tergabung dalam Tim Initiative yang terdiri dari 50 negara bagian USA di Camp Hammond. Di tempat inilah Melati dilatih menjadi sosok superhero yang hebat. Setelah masa pelatihan selesai, Melati sempat bergabung dengan Dessert Stars Team untuk membantu SKRULL KILL Crew yang berada dalam misi event Secret Invasion.

Sebenarnya tidak ada informasi yang valid dari pihak pencipta karakter kalau Melati adalah sosok marvel dari Indonesia. Tapi, melihat pengambilan kode identitas nama ‘Melati’ ini lah yang meyakinkan bahwa Melati Kusuma merupakan pahlawan Marvel satu-satunya yang berkebangsaan Indonesia. Indonesia ternyata juga bisa menjadi inspirasi bagi negara lain ya! Ayo kita gali terus potensi yang ada di Indonesia ini sebaik-baiknya.

Ratna Sarumpaet Ngotot Sebut Ahok Adalah Penjahat

Ratna Sarumpaet: Aku Ingin Pastikan 'Penjahat' Itu Tidak Jadi Gubernur


topikindo.com - Pernyataan tegas kembali dilontarkan oleh seniman dan aktivis Ratna Sarumpaet kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Tak tanggung-tanggung, Ratna menuding Ahok sebagai penjahat kemanusiaan.

Ibu dari artis cantik Atiqah Hasiholan ini beranggapan, Ahok telah menggusur warga di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, dengan kekejian dan penuh kebohongan.

Alasan itulah yang membuatnya terus mengkritisi dan memprotes segala kepemimpinan Ahok. Menurutnya hal tersebut akan terus dia lakukan sampai calon petahana gubernur DKI itu tidak terpilih lagi pada Pilkada DKI 2017 mendatang.

"Aku hanya ingin pastikan penjahat kemanusiaan kayak @basuki_btp yang menggusur rakyat dengan kekejian dan kebohongan TIDAK JADI GUBERNUR," tegas Ratna melalui akun twitter-nya @RatnaSpaet, Jumat (22/7/2016).

Ratna mengungkapkan hal itu menanggapi cuitan salah seorang netizen, yang merasa heran akan dirinya yang seakan-akan tidak pernah berhenti menghujat Ahok. Bahkan pemilik akun @Bensparrow10 itu berharap agar Ratna tidak lagi membenci mantan Bupati Belitung Timur itu.

"@RatnaSpaet @AdhieMassardi @basuki_btp Udahlah bu..ya ampuun..kebencian ibu ke pak ahok kok ga ada abisnya seeh..sudah bu..sudaah..cukuup:( ", ujar @Bensparrow10.

Seperti diketahui, Ratna adalah salah satu aktivis yang berani pasang badan untuk membela warga di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, saat Pemprov DKI melakukan penertiban kawasan tersebut, pada (11/4/2016) lalu.

Saat itu Ratna bersama warga berusaha menghalang-halangi penggusuran, Ratna sempat diamankan polisi saat terjadi aksi saling dorong antara warga dan petugas Satpol PP. Ketika itu, Ratna terlihat dibawa keluar dari lokasi Pasar Ikan. Dia diamankan karena dianggap memprovokasi warga.

Akhirnya Megawati Telah Tetapkan Cagub yang Diusung PDIP

Inikah Calon Gubernur DKI Pilihan Megawati?


topikindo.com - Tahapan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017 waktunya semakin dekat. Pada bulan Agustus, KPUD DKI Jakarta membuka pendaftaran untuk calon gubernur dan calon wakil gubernur dari jalur independen. Sedangkan pendaftaran calon dari jalur partai politik dibuka satu bulan setelahnya, yaitu bulan September.

Dengan semakin mepetnya waktu pendaftaran tersebut, PDI Perjuangan, satu-satunya partai yang bisa mengusung calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub DKI terus melakukan proses penjaringan. Dari 27 nama yang mendaftar dan ikut seleksi fit and proper test, sudah mengerucut pada enam nama.

Namun demikian, PDIP belum mengungkap siapa saja enam nama yang lolos tersebut. Sebelum diumumkan ke publik, enam nama tersebut terlebih dahulu akan disampaikan kepada Ketua Umum PDIP dan saat ini sudah berada di kantong Megawati Soekarnoputri.

“Dari hasil penjaringan, mula-mula 27, kemudian disaring berdasarkan rapat dengan DPP meliputi berbagai aspek penilaian, lalu menyampaikan ke ketua umum, maka ada enam 6 yang tersaring,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat.

Diakui, 27 nama yang sebelumnya ikut mendaftar telah mengikuti seluruh proses penjaringan. Mulai dari fit and proper test, leadership hingga kemampuan manajerial.

Dalam proses penjaringan yang dilakukan, diakui Hasto, pihaknya juga mempertimbangkan sejumlah nama kepala daerah yang berasal dari PDIP. Seperti Djarot Saiful Hidayat (Wakil Gubernur DKI Jakarta), Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), Boy Sadikin (Mantan Ketua DPD DKI Jakarta) dan Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah).

“Banyak nama masuk PDIP, kami harus dengarkan ini, pemetaan politik. DPD menugaskan DPRD serta komponen kepartaian dan dengarkan. Dengarkan ranting, cabang, pemetaan politik strategi jemput bola. Lalu laporkan ibu ketum,” jelasnya.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri juga telah memanggil Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ke Jakarta pada Kamis (21/7). Beredar kabar pemanggilan Risma berhubungan dengan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Sampai saat ini sudah banyak kelompok-kelompok masyarakat atau relawan, yang sudah mulai bermunculan mendukung Risma untuk maju di Pilkada DKI Jakarta. Beberapa di antaranya adalah Laskar Risma (Laris), Barisan Risma (Baris), Pasukan Risma (Paris), Aliansi Masyarakat untuk Risma (Amaris), dan Tanah Merah untuk Risma (Tameris).

Selain itu, ada pula Gerakan Masyarakat untuk Risma (Gamis), Anak Rawabunga Cinta Risma (Artis). Dan yang terbaru yakni Jakarta Love Risma (Jaklovers), yang berada dibawah komando artis Neno Warisman dan dideklarasikan di Jakarta pada Kamis (21/7)..

Namun demikian, PDIP tidak ingin gegabah menunjuk siapa yang akan diusung. Apalagi, katanya, Pilgub DKI merupakan pusat dari seluruh dinamika politik Indonesia. Enam orang yang lolos tersebut akan mengikuti proses selanjutnya.

“Sekarang nama-nama tersebut sudah ada di dompet Bu Mega. Jadi nanti tinggal kapan partai akan mengumumkan,” kata Politikus PDIP, Masinton Pasaribu di Gedung DPR RI Senayan, Jumat (22/7).

Masinton menegaskan, nama calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak masuk ke dalam enam nama hasil penjaringan. Apalagi Ahok memang tak mengikuti proses penjaringan tersebut.

“Untuk yang mendaftar (calon gubernur ke PDIP). Kalau yang belum mendaftar saya enggak mau urus,” ucapnya.

Di luar kader, yang mendaftar melalui PDIP sebagai calon gubernur DKI Jakarta di antaranya Yusril Izha Mahendra, Sandiaga Uno, Abraham Lunggana dan beberapa nama lainnya.

“Nama-namanya sudah ada di dompet Bu Mega, dan karena dompetnya tertutup, belum bisa dibuka,” tegas Masinton.

Mengenai kapan nama-nama itu akan diumumkan ke publik, Masinton mengatakan dalam waktu dekat hal itu akan dipublikasikan.

Terlebih, jika sudah mendekati proses pendaftaran, maka nama bakal calon gubernur dan wakilnya yang akan diusung PDIP itu akan segera didaftarkan.

“Nanti akan diumumkan oleh DPP partai dan Bu Mega, sekaligus juga pasangan calon jika sudah mendekati proses pendaftaran, dan akan didaftarkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur,” pungkasnya.