25 Agu 2016

Ruhut Sindir Anggota DPR dari Artis Hanya Bisa datang, duduk, diam, duit

Ruhut soal artis jadi anggota DPR: Tahunya datang, duduk, diam, duit


topikindo.com - Pemerintah mengusulkan untuk memperberat syarat bagi artis, publik figur hingga pengusaha untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Wacana pemberatan syarat itu akan dimasukkan dalam RUU Pemilu untuk kemudian dibahas DPR

Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mengaku setuju dengan usulan dari tim pakar pemerintah itu. Sebab, sepenglihatan Ruhut, banyak artis-artis yang telah duduk di parlemen namun tidak paham berpolitik atau menjalankan tugas legislatif.

"Aku dukung, kan ada yang datang tahunya tak mengerti politik, tahunya 4D, datang duduk diam duit," kata Ruhut saat dihubungi.

Sebagai salah satu artis yang kini menjadi anggota dewan, Ruhut mengklaim dia telah melewati proses yang ditetapkan Partai Demokrat. Sehingga untuk urusan berpolitik, Ruhut mengaku sudah memiliki pengalaman.

Tak hanya dirinya, dia juga menyebut Nurul Arifin di Golkar hingga Rieke Diah Pitaloka dari PDIP juga telah memahami cara dan etika berpolitik karena telah ditempa di partai masing-masing. "Karena aku artis dibilang Ruhut artis, aku maunya si oneng (Rieke), gue, Nurul kami artis tapi kami berpolitik dulu. Kami menonjol, nah yang lain mau diharapkan jadi saja nah ini rusak," tegasnya.

"Aku dukung, aku kasih masukan kalau enggak malu artis itu, kan disamain artis. Tapi aku, Nurul, Oneng kena, jangan asal orang beken aja, nanti rusak," sambung Ruhut.

Data Penduduk Akan Dinonaktifkan Bagi yang Belum Rekam e-KTP

topikindo.com - Kemendagri memastikan batas akhir perekaman e-KTP tetap pada akhir September 2016. Bagi warga yang belum melakukan perekaman sampai batas akhir, maka data penduduknya akan dinonaktifkan.

"Dengan penerapan kebijakan tentang batas waktu melakukan perekaman KTP elektronik ini, bagi penduduk wajib KTP elektronik yang tidak melakukan perekaman, maka yang bersangkutan akan mengalami banyak masalah," ujar Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakhrullah dalam konferensi pers di kantornya, Pasar Minggu, Jaksel.

Masalah tersebut, kata Zudan, muncul karena data penduduk yang belum merekam sampai dengan 30 September 2016 akan dinonaktifkan. Data dapat diaktifkan kembali dengan cara melakukan perekaman e-KTP.

"Namun demikian, apabila penduduk yang bersangkutan ingin datanya diaktifkan maka harus datang ke Dinas Dukcapil untuk melakukan perekaman. Tanpa perekaman data, maka yang bersangkutan tidak bisa diaktifkan," kata Zudan.

Dengan kata lain, KTP lama si warga yang belum mengurus e-KTP tersebut akan dinonaktifkan. Warga tersebut tidak akan mendapatkan pelayanan publik yang menggunaka Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai basis data.

"Ini yang nanti sampai 30 september saya blok dulu. Kalau mau aktifkan datang ke Dukcapil," kata Zudan.

Zudan mengatakan, hingga pertengahan Agustus 2016 ini, baru 161 juta penduduk atau 88 persen yang sudah merekam data dirinya, sejak program menuju single identity diluncurkan pada bulan Februari 2011. Jumlah itu setara dengan 12 persen dari total 183 juta penduduk wajib e-KTP saat ini.

Bagi penduduk yang belum melakukan perekaman, Kemendagri dengan jajarannya di seluruh Indonesia, memberikan perhatian khusus dan memberikan kemudahan kemudahan terlebih lagi saat ini semua data dan titik-titik pelayanan di daerah sudah terkoneksi dengan Data Center (DC) yang ada di Pusat.

"Jadi dengan teknologi, semua jauh lebih mudah, bahkan tidak harus membawa surat pengantar dari RT, RW, Kelurahan atau Desa dan Kecamatan lagi. Jajaran Dukcapil yang tersebar di 514 Kabupaten/Kota siap melayani hingga batas waktu 30 September 2016, cukup menunjukkan atau membawa foto copy Kartu Keluarga (KK). Hal ini menjadi begitu penting karena kelak semua pelayanan publik akan berbasis NIK dan KTP-el," kata Zudan.

Zudan menyampaikan, pemberian tenggat waktu sampai 30 September 2016, sebagai bentuk pembinaan kepada penduduk agar sadar akan pentingnya dokumen kependudukan. Perpres No 112 tahun 2013 telah mengatur bahwa KTP lama atau KTP Non Elektronik sudah tidak berlaku lagi sejak 31 Desember 2014.

"Di samping hal tersebut di atas, langkah tegas ini perlu diambil Pemerintah untuk pembaruan database, tentang identitas jati diri penduduk indonesia, yang berlaku nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat "KTP Lokal" untuk untuk pengurusan izin. pembukaan rekening Bank, dan sebagainya. KTP-el juga mencegah kepemilikan KTP Ganda atau KTP Palsu. Dengan demikian akurasi data penduduk sangat presisi dan berkualitas untuk berbagai kepentingan, khususnya pelayanan publik dan perencanaan pembangunan," ujar Zudan.

24 Agu 2016

Cara Membedakan Berita Hoax dan Berita Benar di Dunia Maya

topikindo.com - Hidup di dunia yang serba terkoneksi dengan internet dan smartphone, membuat kita tidak lepas dari ancaman hoax atau kabar bohong. Namun jangan khawatir sebab ada beberapa cara untuk mencari tahu apakah sebuah kabar termasuk hoax atau bukan:

1. Anda perlu sadar bila hoax adalah kabar palsu yang sengaja disebar untuk membuat kehebohan publik. Kehebohan ini biasanya memberikan keuntungan bagi si penyebarnya. Jadi, percaya hoax, berarti menguntungkan orang lain dan merugikan Anda.

2. Hoax biasanya diawali kata-kata sugestif dan heboh. Bahkan, ada beberapa hoax yang cukup provokatif dan menyebabkan masalah di masyarakat.

3. Berita hoax terdengar mustahil terjadi, sehingga kerap disertai hasil penelitian palsu.

4. Hoax tidak muncul di media-media massa dan hanya diketahui lewat pesan berantai. Media massa atau online yang terpercaya biasanya sudah terbiasa menyaring berita-berita hoax.

Ini Berita yang Benar Tentang Kenaikan harga rokok menjadi kisaran Rp 50 ribu

topikindo.com - Kenaikan harga rokok menjadi kisaran Rp 50 ribu, membuat heboh dan menjadi viral di berbagai media. Sontak, hal ini pun menjadi perbincangan di masyarakat. Namun, banyak pula yang menanyakan asal muasal informasi naiknya harga rokok tersebut secara drastis.

Dari penelusuran yang dilakukan KlikSamarinda, kenaikan harga rokok ternyata baru sebatas wacana. Isu ini menggelinding setelah adanya pertemuan 3rdIndonesian Health Economics Association Congress di Yogyakarta, akhir Juli lalu.

Dalam forum tersebut dibahas harga rokok yang terlalu murah memicu peningkatan jumlah perokok. Dengan harga di bawah Rp 20 ribu per bungkus, kalangan tidak mampu dan anak-anak pun mampu membeli rokok.

Padahal, pemerintah baru akan membahas kenaikan cukai rokok bulan depan. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto mengatakan, dirinya belum mengetahui rencana kenaikan harga rokok hingga Rp 50.000.

Sebab, kata dia, sampai saat ini Kemenperin belum bertemu dengan pemangku kepentingan terkait untuk bicarakan kenaikan harga rokok.

Menurut dia, kenaikan harga rokok harus diperhitungkan terlebih dahulu. Itu dilakukan untuk menghindari adanya pihak yang dirugikan akibat kenaikan harga rokok tersebut.

"Harus diperhitungkan dengan cermat berapa kenaikan harga yang optimal dengan mempertimbakan berbagai segi," ujarnya.

Head of Regulatory Affairs, International Trade and Communications PT HM Sampoerna Tbk Elvira Lianita mengatakan, informasi yang beredar tidak benar.

Hingga saat ini, belum ada kenaikan harga rokok seperti yang tercantum pada pesan yang beredar.

"Perlu kami sampaikan bahwa kenaikan harga drastis maupun kenaikan cukai secara eksesif bukan merupakan langkah bijaksana karena setiap kebijakan yang berkaitan dengan harga dan cukai rokok harus mempertimbangkan seluruh aspek secara komprehensif," ujarnya

Kopi Dengan Gambar Jessica Bikin Heboh Medsos

topikindo.com - KASUS kopi sianida yang menyebabkan kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso telah menyita perhatian masyarakat luas.


Momentum ini dimanfatakan para pegiat bisnis online shop dengan menjual produk Kopi  berlabel "Coffee Jessica" di media sosial.


Kopi berlabel "Coffee Jessica" itu pertama kali diunggah oleh akun bernama Haris G Bastian. Dalam postingannya tertanggal 14 Agustus 2016 itu, pemilik akun tersebut mengunggah foto dua bungkus kopi berlabel "Coffee Jessica" lengkap dengan gambar terdakwa kasus kopi maut Jessica Kumala Wongso.


PROMOTION COFFE JESSICA ****ORIGINAL**** **** KOPI HIJAU UNTUK DIET****," tulis si pemilik akun dalam postingan Facebook.


Dalam postingan lain, si pemilik akun juga menyebut jika Coffee Jessica yang diproduksinya itu dijual dengan harga Rp20 ribu per bungkusnya.


Selain itu, akun Facebook bernama Haris G Bastian ini juga mencantumkan nomor ponselnya guna melakukan pemesanan.


"Rp 20.000. Kopi Jessica 100 % AMAN TANPA SIANIDA," tulisnya dalam postingan lain tertanggal 15 Agustus 2016.


Praktis, postingan yang diunggah tersebut membuat para pengguna Facebook penasaran. Seperti yang disampaikan pemilik akun Rakhe Arfian Hamid.


"Serius ta onok iki gan? lek temen tak order aku (Serius ada ini gan? Kalau benar saya mau order)," tulisnya di kolom komentar.


Sementara itu, pemilik akun Haris G Bastian saat dikonfirmasi melalui nomor ponselnya, membenarkan bahwa dirinyalah yang memposting Coffee Jessica tersebut.


"Benar, memang saya pemilik akun itu. Saya juga yang memposting dan menjual Coffee Jessica tersebut," tegas Haris.

Golkar Akan Memenangkan Ahok Walau Tanpa Dukungan PDIP

topikindo.com - Sinyalemen PDI Perjuangan akan mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pilkada Jakarta periode 2017-2022 disampaikan Ahok usai bertemu Megawati Soekarnoputri tepat pada 17 Agustus 2016 lalu. Ahok mengatakan Megawati merestuinya maju ke pilkada bersama Djarot Saiful Hidayat.

Bila terjadi, Ahok mempunyai empat partai pendukung yaitu Nasdem, Hanura, Golkar, dan PDI Perjuangan. Plus relawan Teman Ahok yang tempo hari berhasil menghimpun sejuta salinan KTP warga Jakarta untuk mengusung Ahok.

Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Fayakhun Adriadi mengatakan partai koalisi pendukung Ahok terbuka menerima partai yang ingin ikut gabung. "Kami nggak (tergantung PDI Perjuangan). Kan kami sudah memenuhi administrasi dari syarat kursi 22, kami sudah. Kemudian dari sisi independen sudah satu juta KTP. Jadi sekarang Teman Ahok dan tiga partai sudah bersama-sama," kata Fayakhun di DPR.

Fayakhun mengatakan saat ini koalisi terus menerus menjalin komunikasi dengan seluruh partai politik. Tujuannya agar perjalanan Ahok ke pilkada lancar.

"Dan kami juga membuka diri, ayo siapa yang mau gabung, mau gabung pakai heboh atau gabung nggak pakai heboh silakan saja. Masih ada waktu sampai hari pendaftaran," ‎ujarnya.

Sementara itu, Partai Gerindra yang telah mengusung Sandiaga Uno sebagai calon juga intensif berkomunikasi dengan partai-partai lain. Kabarnya, siang ini mereka akan mengumumkan koalisi dan pasangan yang akan maju bersama Sandiaga.

Ternyata Perempuan Seksi di Bigo Live ini Laki-Laki

Terungkap, artis hot Bigo Live Adelia Zahra adalah pejantan tidak tangguh asal Kendari


topikindo.com - Adelia Zahra, artis hot Bigo Live pada aplikasi smartphone Android dan iOS, ternyata bukan seorang wanita. Adel berjenis kelamin laki-laki dan tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar angkatan 2015.

Senior Adel yang sempat ditemui memastikan hal tersebut. Pria yang tidak ingin namanya disebut ini menuturkan Adel adalah lelaki namun bergaya layaknya perempuan (waria).

“Mungkin untuk menutupi identitasnya sebagai laki-laki, dia (Adel) menutupi kepalanya dengan jilbab agar dikira seorang wanita,” ujar dia.

Menurut dia, Adel berasal dari Kendari dan saat ini tinggal di sebuah kos-kosan. Keluarga besarnya semua berada di Kendari. Hanya, dia tidak mengetahui pasti identitas lengkap Adel. “Saya lupa, nanti saya coba tanyakan lagi,” kata dia.

Belum diketahui pasti apa penyebab Adel nekat bergaya perempuan sambil mempertontonkan sikap mesum di Bigo Live. Namun beberapa sumber yang diperoleh MAKASSARTERKINI.com, salah satu faktornya adalah ekonomi.

Nama Adelia Zahra belakangan menjadi bahan pembicaraan netizen, sosoknya pun sering muncul di aplikasi Bigo Live. Itu karena keberanian merekam videonya dengan menggunakan hijab, namun membuka sebagian aurat dan berbicara hal-hal mesum, seperti pengalamannya saat bercinta dengan sang kekasih.

Tentu saja aksi dari Adelia Zahra ini mendapatkan banyak kecaman dan komentar negatif dari netizen, karena dianggap melecehkan kaum muslimah.

“Lepasin tu hijab, malu sama Tuhan neng,” tulis pemilik akun YouTube Muhammad asshaf Puangdipati.

“Itu bukn orang muslim kli,” tulis pemilik akun Deny Ros0.

“Astagfirullah, yg kaya gini yg merusak citra perempuan berhijab,” tulis pemilik akun Alia Regina.

Menanggapi kecaman terhadap dirinya, Adelia sempat membalas “Lu suruh gue hargai Islam tapi lu sendiri main Bigo. Terus ngapain lu masih lihat-lihat gue? Lu juga dosa, dong,” katanya.

Dari sebagian besar dialog yang diucapkan Adelia, menggunakan dialek anak muda kekinian ibukota Jakarta. Tapi pada beberapa kesempatan ia memperlihatkan identitas yang membuatnya patut diduga berasal dari Makassar. Seperti ucapannya “Dimana ko? Di kost ka”

Biasanya para pengguna Bigo Live memang akan tampil semenarik mungkin untuk menjaring penonton, karena dalam aplikasi Bigo Live memungkinkan penonton memberikan gift berupa simbol-simbol yang bisa dibeli Google Wallet atau pulsa. Sedangkan penerima hadiah dapat menukarkannya dalam bentuk uang.

Apakah begitu mudahnya anak muda saat ini mengumbar aurat hanya demi gift sepele seperti itu. Seakan kehormatan hanya dipandang sebelah mata, demi terpenuhinya materi. Miris memang melihat ini. Makanya sebagai orangtua harus melek teknologi. Agar dapat menjadi filter bagi anak-anaknya saat mengkonsumsi apapun di dunia maya.