25 Jul 2016

Sekolah Favorit di Depok Dikuasai Siswa-Siswi Titipan?

Misteri Wanita Cantik Makelar Siswa Titipan di Depok


topikindo.com - Ada pemandangan berbeda yang cukup membuat mata para guru tak mampu berkedip di lingkungan sekolah SMPN, SMAN, dan SMKN di Kota Depok. Sejak awal Juli 2016, seorang wanita cantik dan seksi terlihat sibuk mondar-mandir di lingkungan sekolah.

Wanita dengan sapuhan lipstik merah di bibirnya itu mendatangi sekolah-sekolah dan bertemu dengan kepala sekolah. Dari 'bisik-bisik' para guru, wanita cantik yang juga menyebarkan aroma parfum yang mengoda penciuman itu ternyata merupakan utusan salah satu oknum anggota DPRD Depok yang ditugasi untuk membawa ratusan data-data siswa titipan.

"Sudah sejak tahun lalu, wanita itu sering mondar-mandir ke sekolah-sekolah. Tujuan ketemu kepala sekolah, bawa data-data siswa titipan seorang anggota DPRD Depok," kata salah seorang guru yang tak bersedia namanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, masalah siswa titipan selalu menjadi persoalan yang tak ada ujungnya di setiap Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMPN/SMAN/SMKN. Selain melakukan upaya lobi-lobi para orang tua ke para kepala sekolah agar anaknya dapat sekolah di sekolah negeri di Depok, juga dengan cara membayar oknum-oknum LSM dan anggota DPRD Depok.

Modusnya, dengan melakukan demo hingga mengumpan wanita cantik dan seksi untuk merayu para kepala sekolah. "Sudah berlangsung setiap tahun dan sudah bukan rahasia lagi, titip menitip siswa sudah jadi ajang bisnis yang mengiurkan," kata guru tersebut.

Diungkapkan guru tersebut, setiap satu siswa titipan ditetapkan harga Rp 5-15 juta untuk masuk sekolah favorit, seperti SMAN 1 Depok dan SMPN 2 Depok. "Ini modus, sudah dijadikan ajang bisnis mereka kok. Bukan kami tidak tahu kalau dari satu siswa titipan itu mereka mendapat keuntungan finansial," katanya.

Kepala Sekolah SMAN 6, Tugino dan beberapa kepala sekolah lainnya serta guru-guru di hampir semua sekolah negeri di Depok membenarkan adanya seorang wanita cantik yang menjadi utusan salah satu oknum anggota DPRD Depok. "Ya, memang ada seorang perempuan cantik membawa ratusan siswa titipan. Ya kami tampung saja," katanya.

Lebih jauh, Tugino melanjutkan, di SMAN 6 sudah menerima pengajuan hampir 500 siswa titipan. "Tapi belum kami proses kok, kami masih melihat berapa jumlah bangku yang masih ada. Jika masih tersedia, maka baru kami proses dengan cara tes untuk menyeleksinya," kata Tugino.

Diungkapkan Tugino, di SMAN 6 kuota ada sembilan rombongan belajar (rombel) untuk siswa baru yakni sebanyak 360 siswa dengan satu kelas diisi 40 siswa. "Sudah penuh, semua bangku sudah terisi sesuai kuota. Sampai saat ini kami belum mendapat instruksi dari Wali Kota Depok untuk menerima siswa titipan," terangnya.

SMAN 6, Limo, Depok mendapat surat pemberitahuan aksi demontrasi dari sejumlah LSM, aktivis salah satu partai dan aktivis pemuda di wilayah Limo, Depok. Aksi demontrasi menuntut diterimanya siswa-siswa yang berdomisili di wilayah Limo, Depok yang akan dilaksanakan pada Senin 25 Juli 2016.

"Ya, betul ada surat pemberitahuan demonstrasi. Mereka menuntut diakomodir siswa-siswa di wilayah lingkungan sekolah. Tapi lucunya, mereka mengajukan data siswa sendiri. Ada puluhan data siswa yang diajukan," ungkap seorang guru SMAN 6, Usep saat dihubungi.

Menurut salah seorang guru lainnya, Rita, dengan adanya rencana tersebut cukup membuat resah para guru dan siswa karena dikawatirkan akan menganggu proses belajar mengajar. "Guru-guru capek terus-terusan diintimidasi. Guru-guru akan keluar dari kelas, silahkan para pendemo itu yang mengajar," kata Rita sedikit emosi.

Seorang guru dari SMAN 4 yang tak bersedia disebutkan namanya mengutarakan tidak setuju dengan keinginan para oknum LSM yang didukung oknum DPRD Depok untuk memberikan kesempatan siswa-siswa titipan dan membatalkan tanda tangan fakta integritas melarang siswa titipan. Alasannya, proses PPDB yang dibuka sejak 18 Juni dan sudah berakhir 20 Juli 2016 itu sudah memberikan kesempatan siswa mendaftar dengan melalui beberapa tahapan.

"Kalau niatnya membantu hanya nitip satu siswa masih wajarlah, inikan nitipnya puluhan siswa bahkan sampai ratusan. Jelas ini sudah dijadikan ajang bisnis. Lagian mau belajar di mana kalau dipaksa menerima ratusan siswa-siswa titipan itu. Jika dipaksakan, kami para guru akan mogok mengajar," ancamnya.

Dia berharap pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan Wali Kota Depok tidak membuka kembali PPDB untuk mengakomodir siswa-siswa titipan para oknum LSM dan para anggota DPRD Depok. "Harapannya, tetap jalankan sesuai prosedur tahapan PPDB," harapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Depok, Idris Abdul Somad sudah melarang siswa titipan dalam PPDB. Meski begitu ada saja oknum anggota DPRD Depok dan oknum LSM yang tidak peduli.

Sejumlah oknum DPRD Depok dan oknum LSM itu masih saja memaksa menitipkan siswa di sekolah-sekolah di Depok baik dengan membuat memo maupun langsung mendatangi sekolah-sekolah. Tidak tanggung-tanggung siswa yang dititip di setiap sekolah mencapai 10 hingga 20 siswa.

Praktik siswa titipan jelas bertolak belakang dengan pakta integritas tentang larangan menerima siswa titipan yang dideklarasikan pihak Pemkot Depok, guru-guru, dan Ombudsman pada 25 Mei 2016 lalu. Sehingga pelaksanaan PPDB 2016/2017 langsung diawasi Ombudsman.

Fakta-Fakta Begal Cantik Dengan Modus Ajak Korban Hubungan Intim

Fakta Terkait Lena, Si Begal Cantik yang Kerap Diajak Hubungan Intim oleh Calon Korban


topikindo.com - Akun fans page Divisi Humas Polri padaFacebook sejak, Kamis (21/7/2016), mem-posting kabar penangkapan begal cantik. Lena adalah nama alias begal itu, ramai dikomentari facebookers sebab parasnya cantik.

Kesan jika seluruh begal adalah lelaki berwajah sangar sepertinya dibantah Lena. Namun, kecantikan itu digunakan untuk memperdayai para korban. Berikut ini 15 fakta terkait Lena yang dirangkum dari keterangan Divisi Humas Polri:

1. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, begal artinya adalah penyamun.

2. N (inisial) alias Lena, ditangkap polisi dari Polresta Bekasikarena menjadi begal.

4. Lena, ditangkap saat usianya masih 18 tahun atau remaja.

5. Penangkapan berlangsung, Selasa (19/7/2016), pukul 02.20 WIB.

6. Polisi tak hanya menangkap Lena, namun bersama anggota komplotannya, yakni A (22), D (20), S (23), dan Z (20).

Nama kelimanya diinisialkan guna kepentingan penyelidikan.

7. D adalah kekasih Lena.

8. Lena, adalah perempuan asal Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

9. Dalam komplotannya, Lena ditugaskan sebagai perempuan yang memancing calon korbannya.

10. Calon korban dipancing melalui BlackBerry Messenger (BBM).

Awalnya, calon korban diajak berteman melalui BBM. Saat mulai agak akrab, calon korban dan Lena saling goda, kemudian janjian untuk kencan.

Mereka yang mudah tergoda adalah lelaki hidung belang.

11. D mengaku Lena kerap diajak berhubungan intim oleh calon korban.

12. Ketika kencan akan dimulai, barang berharga korban disikat.

13. Barang disikat adalah sepeda motor.

14. Saat beraksi, jika korban melawan, Lena dan korban lainnya tak segan untuk melakukan tindak kekerasan.

15. Satu di antara kasus pembegalan dilakukan Lena dan anggota komplotannya adalah di Jl Raya Daha arah Kantor BPN Lippo Cikarang, Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, Bekasi, Senin (18/7/2016), sekitar pukul 22.15 WIB.

16. Kapolresta Bekasi, Kombespol M Awal Chairuddin mengatakan, modus digunakan Lena dalam membegal adalah modus baru di Bekasi.

24 Jul 2016

Fenomena Saling Tukar Foto dan Video bugil Marak di Kalangan Pelajar

Tukaran Foto Bugil Merebak di Kalangan Pelajar


topikindo.com - Fenomena saling tukar foto dan video bugil tampaknya tengah menjamur di kalangan remaja sekolah menengah atas (SMA). Tercatat, sebanyak 34,7 persen remaja pernah berkirim foto danvideo bugil mereka untuk dilihat pacar atau teman dekatnya.

Sebagian besarnya, yakni 50,5 persen, mengaku pernah menyebarkan foto/video bugil yang pernah diterimanya dari hasil tuker-tukeran konten porno dengan alasan tertentu. Survei ini dilakukan kepada 106 pelajar yang tersebar di Jabodetabek, Yogyakarta dan Bandung.

Yang lebih parah lagi, nggak sedikit dari mereka (42,1 persen) punya grup chat untuk saling bertukar foto dan video bugil tersebut. Morgan mengaku belakangan ini punya kenalan bernama Icha (bukan nama sebenarnya--red) yang merupakan seorang siswi di sekolah menengah kejuruan Malang, Jawa Timur.

Meski Morgan tinggal di Jakarta, sedang Icha di Jawa Timur, keduanya sering berkomunikasi lewat aplikasi Snapchat. Belakangan, aplikasi berlogo hantu ini memang sedang naik daun di Indonesia.

Selain ada banya fitur seru, memori data juga hemat, dan yang membuat pengguna nyaman adalah adanya sistem aplikasi chat yang bisa menghapus otomatis dalam waktu 10 detik saja. Makanya pengguna Snapchat seperti Morgan dan Icha tidak merasa canggung membagi konten-konten yang bersifat pribadi, seperti foto bugil, telanjang, atau video singkat tanpa busana.

Demi Indonesia, Parpol Wajib Siapkan Kader Terbaik Untuk DPR dan Gubernur

Parpol Harus Siapkan Orang Terbaik untuk DPR dan Gubernur


topikindo.com - Partai politik diharapkan mengirim orang-orang terbaiknya, baik itu yang maju ke DPR RI maupun sebagai bupati atau pun gubernur. Sebab, menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Jakarta Pangi Syarwi mereka yang terpilih merupakan penjaga gawang untuk mewadahi masyarakat.

Ia menjelaskan, seleksi pemilihan kader harus segera diperbaiki parpol, karena sejauh ini parpol belum bisa mencerminkan etika yang baik dalam berpolitik. "Itu yang harus menjadi perhatian, para elit parpol pun harus memilih orang-orang yang integritas," ujar dia dalam keterangan tertulisnya.

Terlebih, kata dia, sejauh ini parpol banyak mengirim 'preman' ke Senayan, buupati atau gubernur. Tak seperti di era Soeharto, kata dia, dimana orang-orang yang bermasalah terutama terlibat asusila, kriminal tidak dapat duduk di legislatif dan eksekutif.

"Sistem, mau tidak mau parpol harus berani melakukan reformasi, terutama di internalanya untuk membenahi sistem itu sendiri. Masih inget betul ketika dijaman Pak Soeharto, orang seperti itu tidak bisa langsung di rekrutmen," ucap dia.

Sehingga, kata dia, kader yang melenggang ke Senayan, bupati, wali kota, gubernur bisa beretika politik yang santun dan bersih dari kasus baik itu tindak asusila, kriminal dan koruptif. "Intinya jangan sampai cacat moral, dengan seenaknya mengirim kader yang kurang baik," ujar dia.

Beredar Foto Saat Ratna Sarumpaet Masih 'Mesra' Dengan Ahok

Ini Penjelasan Ratna Sarumpaet Soal Foto Dirinya Bersama Ahok


topikindo.com - Aktivis perempuan sekaligus seniman, Ratna Sarumpaet, tak membantah kalau dirinya disebut pernah mengidolakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Namun, ia menegaskan bahwa dirinya saat itu mengagumi Ahok karena belum tahu watak aslinya.

“Foto saat aku BELUM tau Ahok @basuki_btp seorang pembohong yang tak beradab. Pasar Ikan membuktikan Ahok PENJAHAT KEMANUSIAAN,” cuit Ratna di akun Twitter ketika ditunjukkan foto dirinya, dipantau hari Jumat (22/7).

Pernyataan Ratna itu dilontarkan untuk menimpali cuitan akun ‏@haloJakarta yang mengunggah sebuah foto yang di dalamnya tampak Ahok dan Ratna berpose diapit oleh putri Ratna, Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto.

“Nenek @RatnaSpaet @atiqahhasiholan @RioDewanto2808 Ternyata Fans berat Ahok ya,” cuit akun ‏@haloJakarta.

Seperti diketahui, belakangan ini Ratna paling getol mengkritisi kebijakan Ahok, selain politisi Gerindra Habiburokhman, terutama lewat media sosial dan demonstrasi.

Di lain pihak, Ahok mengaku kebal dengan kritikan pedas dan pernyataan yang mengandung hujatan oleh kedua rival politiknya tersebut.

Sah, Prabowo vs Jokowi Bertanding Lagi di Pilpres 2019

Gerindra Tetap Usung Prabowo di Pilpres 2019


topikindo.com - Partai Gerindra tetap akan mengusung Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon di Bandung.

"Kami tetap mengusung Pak Prabowo sebagai calon presiden kami," kata Fadli.

Ia menegaskan faktor ketokohan, pemikiran dan elektabiltas Prabowo masih tinggi di masyarakat. Apalagi pada pemilihan presiden 2014, selisih suara Prabowo dengan Joko Widodo tak berbeda jauh.

"Modal politik Pak Prabowo kan udah sangat tinggi. Kita akan calonkan Prabowo," ujar Wakil Ketua DPR itu.

Fadli pun tak mempermasalahkan Golkar yang akan mengusung Joko Widodo di Pilpres 2019. Menurutnya, setiap partai memiliki strategi masing-masing. "Saya kira pemilu masih jauh dan banyak perubahan," katanya.

Fadli belum mengetahui apakah Gerindra akan berkoalisi di Pilpres 2019. Meskipun kemungkinan beaar mengambil pilihan tersebut.

"Rakyat akan lihat apakah kepemimpinan sekarang berhasil enggak. Rakyat akan pilih yang mampu kebangkitan Indonesia," ujarnya.

Ini Asal Muasal Terbongkarnya Jaringan Vaksin Palsu di Indonesia

Mabes Polri Beberkan Awal Mula Terbongkarnya Kasus Vaksin Palsu


topikindo.com - Markas Besar Kepolisian RI membeberkan awal mula terbongkarnya kasus vaksin palsu. Kasus terbongkar setelah polisi menemukan ada penawaran vaksin melalui media sosial.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar. "Kami mengungkap setelah menelusuri penawaran melalui media sosial, kemudian dilakukan investigasi," kata Boy kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta.

Investigasi pun dilakukan dengan melibatkan Kementerian Kesehatan. Kebetulan antara Polri dengan Kemenkes memang ada kesepakatan bersama untuk menelusuri kasus ini.

"Kami tahu (vaksin palsu) diawali upaya penegakan hukum Bareskrim, itu hasil kerjasama penelusuran dengan Kementerian Kesehatan. Kami menelusuri informasi di dunia maya," tambah Boy.

Dalam kasus vaksin ini penyidik dari Bareskrim sudah menetapkan 23 tersangka. Rencananya Jumat besok berkas akan dilimpahkan untuk pertama kalinya ke Kejaksaan.

"Dari 23 tersangka, penyidikan sudah berlangsung. Besok akan kami kirim ke Kejaksaan. Diharapkan koordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk melihat fakta hukum," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigadir Jenderal Agung Setya kepada wartawan di tempat yang sama.

Menurut Agung, kasus vaksin palsu ini adalah hal baru yang pernah ditangani kepolisian. Dia berharap kasus ini bisa segera disidangkan. "Ini (vaksin palsu) hal terbaru, kami juga ingin lihat hasilnya di proses sidang," kata Agung.