Dunia media sosial khususnya Facebook tengah ramai memperbincangkan kehadiran empat buah foto yang menunjukkan seorang remaja putri pelajar SMA di dalam ruangan sebuah kelas.
Betapa tidak, dalam foto-foto yang diunggah oleh akun Meme Comic Indonesia pada Jum’at (28/4), itu memperlihatkan seorang pelajar tengah berpose dalam berbagai gaya yang cukup menohok netizen.
Bagaimana tidak menohok, dalam fotonya itu pelajar yang masih mengenakan seragam SMA itu tak malu-malu memperlihatkan belahan dadanya, bahkan berpose ngangkang dan sesekali mengangkat rok yang dikenakannya bak model majalah dewasa.
Pose menggoda dari pelajar SMA ini tentu saja telah menuai komentar dan hujatan netizen di dunia maya. Tak sedikit yang mempertanyakan, kalo kalo sekolah aja modelnya kayak gini, kira kira lulusnya jadi apa ya?
Postingan foto pelajar SMA berpose nakal di Facebook ini sontak menjadi viral di media sosial. Hingga saat ini, foto telah dikomentari oleh lebih 5000 netizen, dan dibagikan hampir 3 ribu kali.
“Kalo tobat, mendalami agama bisa jadi ustadzah, kalo insaf bisa jadi wanita karir cemerlang, kalo di terusin ya berkemungkinan jadi next Mia khalifa.” kata Ngasikur.
“Ga nyadar emak bapaknya nyari duit cape2 disekolahin buat pinter pelajarn malah kek gini. Kudu di rukiyah ntu bocah.” tukas Fahriia.
“Semoga lulus ke perguruan tinggi ya trus ambil jurusan model biar bakat modelnya lebih bagus dan lebih fleksibel lagi. Karna klo gaya yg ginian masih kekinian (kacung) banget dik.” ujar Andrelina.
“Astaga neng.. emak bapak lo nyari duit susah” buat sekolahin anak nye malah jadi model bigo.” pungkas Oscar.
5 Mei 2017
Tingkah Pelajar Sekolah Makin Berani Tampil Seronok, Apa yang Salah?
4 Mei 2017
Tanpa Make Up, Ayu Ting Ting dan Mulan Jameela Dianggap Tidak Menarik
Make up memang menjadi kebutuhan utama bagi sebagian besar kaum wanita dan dipercaya bahwa make up bisa merubah wajah menjadi lebih cantik dari aslinya. Terlebih lagi dengan adanya sentuhan pensil alis bulu mata dan sekaligus mascara, eye liner, dan yang lainnya.
Kebutuhan akan make up nampaknya juga mempengaruhi keaslian wajah para artis yang terlihat sangat berbeda setelah mengaplikasikan make up. Para netizen pun kerap kali memberikan komentar terkait dengan penampilan para artis yang aslinya ‘tak menarik’ saat tanpa make up.
Kira-kira siapa saja ya artis yang tidak menarik saat tanpa make up itu? Dari sederet nama yang masuk dalam daftar artis yang tidak menarik saat tidak mengenakan make up, nama Mulan Jameela rupanya bertengger diposisi pertama.
Penyanyi cantik dan kontroversial ini, apalagi setelah menikah dengan musisi Ahmad Dhani hal-hal seputar Mulan Jameela sepertinya selalu menarik diperbincangkan, mulai dari karier, pertumbuhan buah hatinya hingga penampilan pribadinya.
Kecantikan Mulan Jameela rupanya dinilai tak semenarik saat ia sedang menggunakan make up. Mulan yang biasa menggunakan make up lengkap style modisnya, sempat tertangkap kamera jauh dari penampilan biasanya.
Wajah istri Dhani ini terlihat pucat tanpa make up, mulan juga terlihat tidak cocok saat memadu padankan tas merk dengan dress yang ia kenakan. Ia juga terlihat menggunakan sandal jepit yang kebesaran.
Posisi kedua artis yang tak menarik tanpa make up menyusul Mulan Jameela yakni Ayu Ting Ting. Ibu satu anak anak ini kembali menjadi bulan-bulanan para netter gara-gara foto tanpa make up-nya yang sempat ia unggah di akun Instagramnya.
Ayu pun dituding meniru penampilan Yuni Shara yang beberapa waktu sebelumnya juga mengunggah sebuah foto saat dirinya tanpa mengenakan make up namun tetap terlihat cantik dan menawan.
Pelantun Sambalado ini pun kemudian mendapatkan kejutan meme yang membandikan dirinya sebelum dan sesudah mengenakan make up.
Akun gosip di Instagram @komentatorpedas mengunggah potret salah satu acara gosip yang membahas sederet artis yang yang cantik saat tanpa make up. Sontak netizen pun langsung membanjiri postingan tersebut.
“Memang kok kenyataannya gak menarik, pake makeup aja biasa aja apalagi gak make. Zonk,” kata netter. “Wah.. Ini mah real.. Tnpa ada embel2 nya.. Gue setuju banget.!!” Sahut netizen lain.
Gara-gara Rebutan Uang, Konflik Admin Lambe Turah Makin Memanas
Siapa yang tak tahu dengan akun Lambe Turah. Akun gosip yang menghebohkan dunia maya dengan isu-isu terpanas artis hingga pejabat.
Banyak yang penasaran admin akun itu.
Kini akun @thenewbikingregetan mengungkap bahwa admin Lambe Turah ternyata dara cantik bernama Anissa Azahra Assegaf.
Nama Nissa kembali mencuat setelah akun @thenewbikingregetan mengunggah video wanita tersebut sedang mengucapkan selamat ulang tahun pada seseorang bernama ‘mommy’.
Pada keterangan foto, akun tersebut pun membeberkan apa yang sebenarnya terjadi di balik gosip-gosip yang diluncurkan @lambe_turah.
“Maaf ya cuma mau membuka sedikit fakta yang sudah lama tertunda shayyy. Bayangin deh ya… gimana rasanya menjadi admin salah satu akun gosip terbesar di Indonesia yg sudah ada follower JUTAAN? (Pastinya bangga dong ya?). Tapi kalau jadi ADMIN dengan cara yang tidak wajar apa kamu masih bangga non? Pencetus terbuatnya akun gosip terbesar sejatinya bukan orang yang ada di video ini, tapi dia telah tega menguasai akun tersebut dan menutup jalan komunikasi ke seseorang yang pernah berjasa mengangkat dia jadi ADMIN (orang yang kamu panggil mommy),” tulis @thenewbikingregetan.
Akun @thenewbikingregetan dan @lambe_turah ini ternyata terlibat perang tanding.
Di posting-an mereka saling menyerang dan klarifikasi. Pangkal musababnya karena ada seseorang bernama mommy yang sudah tidak lagi menjadi admin.
Dari cerita perang kedua akun itu mommy tersebut sebagai pemilik akun lama menjual Lambe Turah.
Tapi sepertinya ada persoalan yang terjadi hingga mommy bercerita kepada akun @thenewbikingregetan.
Ya, @thenewbikingregetan ingin menyampaikan bahwa dahulu, saat @lambe_turah masih dipegang oleh ‘mommy’, akun tersebut hanya sebatas gosip tanpa menerima iklan-iklan berbayar dari manapun.
Tapi, semenjak dipegang Nissa, akun tersebut penuh dengan iklan yang merupakan endorsement sejumlah brand dan online shop.
Yang artinya, si pemilik akun menerima sejumlah uang untuk itu.
“Mommy sudah sering menyarankan secara baik-baik agar kamu tidak posting tentang penggalangan dana si (…), tapi kamu ngambek saat diberitahukan hal tersebut, dan suatu hari kamu beralasan mendapat bayaran dari seseorang TEMAN (yang konon kamu nyatakan sebagai seseorang yang ingin mencoba menjadi admin). Uang tersebut kamu bagi Mommy 25juta dan akun berawalan B 10juta( sisanya ya masuk admin kamu shayy). Jadi teman yang mau jadi admin itu siapa ya Nis? #eh keceplosan panggil nama. Enak toh sekarang bisa menjadi admin hasil #shortcut dan nyolong akun mommy?,” bebernya.
Stop Berkampanye Gunakan Info Palsu atau Hoax di Media Sosial
Menurut Ketua Presidium Jaringan Wartawan Anti Hoax Agus Sudibyo, masyarakat Indonesia sudah jenuh dan muak dengan media sosial yang penuh informasi palsu atau hoax.
"Jadi, ini harus dimanfaatkan oleh media konvensional agar meyakinkan masyarakat bahwa berita yang mereka produksi bisa dipercaya. Hal ini sudah terjadi di Amerika Serikat, warga AS alami rebound, jenuh dari media sosial kembali ke media konvensional. Rebound itu bisa juga terjadi di masyarakat Indonesia," jelasnya saat diskusi bertema 'Memerangi Hoax dan Memperkuat Media Siber Nasional' di JCC, Senayan, Senin (1/5).
Atas dasar itu, Agus meminta agar media konvesional tidak lagi menjadi pengikut media sosial. Jika media konvensional masih bertingkah layaknya media sosial yang penuh hoax maka media konvensional masuk dalam perangkat habitat baru yang eksis karena telah terperangkap sebagai kompetitor media sosial.
"Media konvensional harus kembali ke khittah saat masyarakat sudah jenuh dengan media sosial. Kasih info yang kredibel, mencerahkan dan tidak memecah belah masyarakat," ujarnya.
Agus menekankan budaya rebound masyarakat AS sebagaimana mengutip penulis Farhad Manjoo di New York Times soal kebohongan atau hoax yang sudah mengalami proses institusionalisasi. Di mana, Farhad menyoroti hoax yang justru dimanfaatkan kubu Hillary Clinton dan Donalld Trump semasa kampanye pilpres tahun lalu.
Mirisnya, hal tersebut juga terjadi saat ajang Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Baik pihak Anies Baswedan maupun Basuki Tjahaja Purnama sama-sama menjadikan Hoax sebagai alat kampanye untuk mempengaruhi tingkat elektoral.
Sayangnya media konvensional pun terperangkat dan menjadi pengikut pemberitaan hoax dan fake news yang tersebar lewat media sosial sepanjang September hingga November tahun lalu. Hoax yang harusnya dihindari karena bersifat amoral justru dipraktikkan.
Farhad pun membaca bahwa setelah pilpres AS itulah warga alami rebound untuk kembali ke media konvensional karena muak dengan media sosial. Namun demikian, masyarakat mengaku bingung karena sulit membedakan mana berita bohong dan mana berita yang sesuai fakta.
"Ini yang disebut Farhad sebagai institusionalisasi. Tapi media konvensional di Indonesia harus bisa keluar dari situ dan kembali ke khittah sebagai pembawa kebenaran dan pencerahan," demikian Agus.
Ini Tujuan Sebenarnya Fahri Hamzah Sahkan Hak Angket KPK
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzahmenegaskan, hak angket DPR yang ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk kebaikan lembaga tersebut.
DPR menyetujui hak angket menyikapi proses penyidikan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang dilakukan KPK.
"Pengusul mengusulkan konstruksi yang saya kira sangat positif. Karena orientasinya adalah pada kewenangan dan penggunaan uang," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/5/2017).
Fahri mengatakan, hak angket itu tidak hanya untuk membuka rekaman pemeriksaan Miryam. Ada beberapa hal yang ingin mendalami.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa hak angket ini bukan bentuk intervensi DPR terhadap perkara yang tengah ditangani KPK.
Menurut dia, nantinya tak hanya KPK yang dimintai penjelasan DPR.
"Saya usulkan seluruh pejabat yang membuat UU KPK itu juga dihadirkan untuk mendapatkan pandangan arah dan orientasi kita dalam menyusun kerangka angket itu. Saya kira banyak, pakar bisa memberi masukan, semua bisa memberi masukan," tuturnya.
Ia berharap seluruh pihak memandang hak angket ini sebagai hal positif untuk kebaikan KPK.
"Positif bagi kebaikan KPK, karena kalau temuan-temuan bisa diperbaiki tentu KPK-nya bisa lebih baik," kata Fahri.
Dalam Rapat Paripurna pada Jumat lalu, Taufiqulhadi selaku perwakilan pengusul menyampaikan sejumlah latar belakang pengusulan hak angket itu.
Salah satunya terkait tata kelola anggaran, misalnya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepatuhan KPK Tahun 2015 tercatat 7 indikasi ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Selain itu, terkait tata kelola dokumentasi dalam proses hukum penindakan dugaan kasus korupsi, yakni terjadinya "kebocoran" dokumen dalam proses hukum seperti Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dan surat cegah tangkal (cekal), serta beberapa temuan lainnya yang akan didalami dalam pelaksanaan hak angket nanti.
Setelah disahkan, DPR langsung dikritik berbagai pihak. Elite parpol belakangan bersikap menolak penggunaan hak angket tersebut.
Usulan hak angket dimulai dari protes yang dilayangkan sejumlah anggota Komisi III kepada KPK terkait persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Dalam persidangan, penyidik KPK Novel Baswedan yang dikonfrontasi dengan politisi Hanura Miryam S Haryani, mengatakan bahwa Miryam ditekan oleh sejumlah anggota Komisi III DPR, agar tidak mengungkap kasus korupsi dalam pengadaan e-KTP.
Menurut Novel, hal itu diceritakan Miryam saat diperiksa di Gedung KPK.
Para anggota DPR yang namanya disebut langsung bereaksi. Penggunaan hak angket kemudian muncul.
Teka Teki Karir dan Jabatan Ahok-Djarot di Masa Akan Depan
Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta telah mengesahkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi, Minggu (30/4/2017) dini hari.
Perolehan suara terbanyak pada putaran kedua Pilkada DKI diraih pasangan calon nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan- Sandiaga Unodengan 3.240.987 suara atau setara 57,96 persen.
Adapun pasangan nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Saiful Hidayat memeroleh 2.350.366 suara atau setara 42,04 persen.
Dengan hasil tersebut, maka sudah dapat dipastikan Anies dan Sandi akan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang baru.
Keduanya akan dilantik pada Oktober mendatang. Sedangkan penetapan keduanya sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih akan dilakukan pada 4 Mei 2017.
Ahok dan Djarot merupakan gubernur dan wakil gubernur petahana saat ini. Dengan naiknya Anies dan Sandi, maka dapat dipastikan baik Ahok maupun Djarot harus lengser dari jabatannya itu.
Pada beberapa kesempatan, Ahok sudah berulang kali ditanya para wartawan mengenai rencananya setelah tak lagi menjabat.
Pada kesempatan itu, ia belum pernah mengungkapkan rencananya ke depan. Ahok pun hanya tertawa saat wartawan menanyakan soal kemungkinan dia menjadi menteri di Kabinet Kerja pimpinan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
"He-he-he...(Posisi) menteri kan bukan hak saya," kata Ahok terkekeh, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (21/4/2017).
Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Ahok menyatakan keinginannya menjadi Kepala Bulog untuk mengurusi ketersediaan beras di Indonesia. Saat ditanya soal itu, Ahok hanya tertawa.
"Ha-ha-ha enggak tahu. Enggak tahu," kata dia.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial bahwa Ahok akan diberi jabatan Menteri Dalam Negeri.
Dalam acara penyerahan piagam bintang keamanan pangan kantin sekolah, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/4/2017), Ahok berkelakar mengenai kemungkinan dirinya menjabat sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Hal itu diucapkannya saat dirinya menyampaikan keinginannya agar semua kantin di sekolah, pasar, dan kampung ditempel stiker BPOM.Ahok mempunyai harapan agar ke depannya tak ada lagi makanan dan minuman dengan zat berbahaya yang dijual di ibu kota.
"Tahu-tahu saya jadi Kepala BPOM, awas lho nanti. Ha-ha-ha kan jadi bahaya nanti," kata Ahok, saat menyampaikan sambutannya.
Sementara itu, pasangan Ahok, Djarot juga belum mengungkapkan rencananya jika nantinya tak lagi menjabat.
"Mengalir, Tuhan pasti kasih kita mau ke mana, ikuti saja. Jadi kami sih ikuti saja by process ya," ujar Djarot, di RPTRA Semper Barat, Jakarta Utara, Sabtu (29/4/2017).
Dia hanya mengatakan jabatan yang masih melekat padanya setelah tidak menjadi wagub adalah Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan.
"Saya juga ketua DPP partai lho, kesibukannya luar biasa. Itu saja sudah seabrek-abrek," ujar Djarot.
Ahok dan Djarot bukan merupakan calon petahana pertama yang kalah saat maju mencalonkan diri kembali di Pilkada DKI.
Hal yang sama juga dialami Gubernur DKI periode 2007-2012 Fauzi Bowo yang kalah saat bertarung di Pilkada DKI 2012.
Namun saat itu Foke tidak maju bersama pasangannya di pemerintahan, Prijanto. Melainkan bersama dengan Ketua Bamus Betawi saat itu, Nachrowi Ramli.
Setelah tak lagi menjabat, pada sekitar awal 2014, Foke (sapaan Fauzi) dipilih oleh Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Duta Besar RI di Jerman.
Jabatan ini diketahui masih diemban Foke sampai dengan saat ini. Sementara itu, wakil Foke, Prijanto tercatat tak pernah lagi memiliki jabatan di pemerintahan.
Namun, ia masih aktif dalam berbagai seminar dengan tema yang masih terkait dengan isu-isu DKI Jakarta. Ia bahkan kerap kali tampil sebagai kritikus pemerintahan Ahok- Djarot.
Program Rumah DP Rp 0 Akan Membahagiakan Warga DKI Jakarta?
Banyak pihak masih meragukan program DP rumah 0 rupiah milik Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta versi quick count lembaga survei, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Meski mendapat banyak nada miring, keduanya enjamin prorgram tersebut nantinya bakal membuat warga senang.
“Ya nanti jadi kenyataan kan jadi seneng. Anda lihat Suara Pembaruan (koran), halaman depannya, tulisannya Ray mendukung program DP rumah 0 rupiah, masyarakat pengembang aja mendukung,” tegas Anies saat menghadiri Isra Miraj di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2017).
Terdapat banyak mekanisme untuk menggunakan DP rumah 0 rupiah bagi warga DKI Jakarta. Meski demikian, Anies meyakini apabila semua sistem tersebut nantinya bisa dipakai dan dikelola.
“Mekanisme financial teknik banyak sekali, jadi ini tinggal mengelolanya saja, DP-nya mau dimasukkan ke dalam pembiayaan atau tidak, jadi banyak yang bisa dipakai,” tambahnya.
Anies menegaskan bakal berpihak kepada warga belum mempunyai rumah. Sehingga pemerintah pusat hingga pihak swasta juga akan turun tangan.
“Yang penting adalah begitu kita berpihak kepada warga yang hari ini belum punya rumah, pemerintah berpihak, langsung semuanya akan ikut, swasta pun nanti akan muncul dengan tawaran-tawaran yang berbeda-beda,” pungkas Anies.