4 Nov 2016

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Tersinggung Pernyataan Presiden Jokowi

Imam Besar FPI yang juga menjabat sebagai ketua, Habib Rizieq Syihab, memberikan pernyataan resmi mengenai sikap Jokowi terkait aksi pada 4 November lalu. Salah satu butir pernyataan yakni Jokowi diam seribu bahasa atas persoalan Ahok.

Berikut lima pernyataan sikap Habib Rizieq seperti dilansir di situs resmi habib rizieq, Senin (31/10).

1. Presiden Jokowi begitu sangat sigap dan semangat menyikapi rencana Aksi Bela Islam 4 November 2016 yang akan dilaksanakan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI), tapi dalam Kasus Penistaan Agama yang dilakukan Ahok, tidak bersikap sama sekali, bahkan diam seribu bahasa.

2. Aksi Bela Islam Jum'at 4 November 2016 adalah Aksi Damai untuk Penegakan Hukum, bukan Aksi Merusak untuk Pemaksaan Kehendak. Justru Presiden Jokowi yang telah merusak Kedaulatan Hukum & Konstitusi NKRI dengan memaksakan kehendak untuk membela dan melindungi pelanggar hukum.

3. Hak Penyampaian Pendapat telah dijamin Undang-Undang, bukan dijamin Rezim Jokowi. Jika benar Pemerintahan Jokowi mengutamakan Ketertiban Umum, kenapa Rezim Jokowi ngotot melindungi dan membela penista agama???!!!

4. Para Tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) sudah sepakat instruksikan umat Islam agar aksi damai dan jihad konstitusional untuk membela Agama dan Negara.  Tapi jika umat Islam diperlakukan represif secara biadab dan keji serta zalim, maka umat Islam wajib membela diri dengan  melakukan jihad perlawanan sampai tetes darah yang terakhir.




5. Tolak politisasi kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok, sehingga tidak boleh diselesaikan dengan lobi-lobi politik antar Presiden dengan para pimpinan Partai Politik, akan tetapi harus diselesaikan secara hukum, karena Indonesia adalah negara hukum.

Sementara itu, FPI juga menyimpulan sejumlah poin pernyataan Jokowi tentang aksi unjuk rasa pada 4 November 2016.

1. Demonstrasi adalah hak demokratis warga tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak.

2. Pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat tapi juga akan mengutamakan ketertiban umum.


3. Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapa pun.


Haruskah Umat Islam Memaafkan Ahok?

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengajak umat Islam memaafkan calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurutnya, umat Islam harus sepenuhnya percaya kepada proses hukum yang sudah dijalankan Polri dan tidak perlu berunjuk rasa.

"Umat Islam akan membukakan pintu maaf. Jika yang bersangkutan sudah meminta maaf dengan tulus, kita umat Islam juga baik kalau memaafkan. Percayakan kasus hukumya kepada polisi," ujar Yusril dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (2/11).

Dikatakan, apabila manusia bertobat atau mohon maaf, maka Tuhan pun akan memaafkan. Mantan Menteri Sekretaris Negara itu menuturkan, dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok harus dihentikan dengan proses hukum. "Apalagi yang mau didemo, jika semua keinginan dan tuntutan telah dipenuhi?" ujarnya.

Dikatakan, Islam yang besar ini tidak akan goyah hanya karena nistaan yang dianggap telah dilakukan oleh seorang Ahok. Menurut Yusril, Ahok terlalu kecil untuk merendahkan kebesaran Islam. "Demonstrasi di tengah musim kampanye begini, memang rawan dimanfaatkan pihak lain yang mencari keuntungan," ujarnya.

Menanggapi sikap Ahok yang datang ke Bareskrim untuk diperiksa bukan karena dipanggil, Yusril menekankan, pemeriksaan Ahok jangan sampai dimanfaatkan untuk menguntungkan dua pasang calon pesaingnya dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Pilgub Jakarta harus tetap dilaksanakan secara jujur dan adil bagi semua kontestan.

"Polisi harus sangat bijak dan berhati-hati dalam pemeriksaan, karena Pak Ahok adalah satu kontestan dalam Pilgub DKI, supaya jangan sampai dimanfaatkan oleh dua kandidat yang lain untuk menjatuhkan Ahok," ujar pakar hukum tata negara yang berasal dari Manggar, Belitung Timur.

"Kalau ada yang tidak suka dengan Ahok, kalahkan dia secara demokratis. Jangan gunakan isu SARA, karena kurang baik dalam demokrasi kita. Pendukung Ahok juga cukup banyak dan kita harus hormati hak-hak mereka untuk memenangkan kandidanya," tuturnya.

Dikatakan, polisi harus sigap menyidik laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok sesuai hukum acara yang berlaku dengan selalu mengacu kepada praduga tidak bersalah. Pelapor memang harus dimintai keterangan lebih dulu, kemudian saksi-saksi yang dimintai keterangan menyusul pendapat ahli. Setelah itu, Polri baru meminta keterangan Ahok yang dilaporkan karena diduga melakukan penistaan.

Dalam penyelidikan ini polisi harus profesional dan tidak boleh terpengaruh oleh tekanan manapun, baik tekanan pendemo maupun tekanan penguasa. Oleh karena itu, dia berharap kasus itu berjalan saja pada koridor hukum yang berlaku secara mandiri.

Menurut Yusril, dari semua hasil pemeriksaan itu, penyidik baru dapat menyimpulkan apakah terdapat cukup bukti dan cukup alasan hukum untuk meningkatkan kasus Ahok ini ke tingkat penyidikan atau tidak. "Penyidik yang tahu, apakah cukup bukti atau tidak. Kerja penyidik independen dan dilindungi undang undang," ujar Yusril.

Ia menjelaskan, selama proses ini berlangsung, asas praduga tidak bersalah harus tetap dihormati. Kalau cukup bukti dan alasan hukum, kasus ini dapat dinaikkan ke tingkat penyidikan Tetapi, jika tidak cukup bukti, maka jangan dipaksakan untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan dan polisi bisa mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3).

"Jika pelapor keberatan dengan SP3, mereka dapat menggugatnya di sidang praperadilan. Itulah mekanisme hukum yang wajib dijalankan dengan jujur dan adil," ujarnya.

Yusril sepakat bahwa demonstrasi menuntut sesuatu adalah hak setiap orang asalkan demontrasi itu dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan hukum. Hanya saja, ujarnya, akumulasi kejengkelan itu dapat pula dimanfaatkan untuk beragam kepentingan politik sesaat yang berada di luar agenda kepentingan umat Islam.

"Marilah kita sama-sama menjaga demo ini agar tidak berubah menjadi kerusuhan dan tindak kekerasan yang pasti akan merugikan kepentingan bangsa kita seluruhnya. Saya mendukung siapa pun yang benar-benar ingin membangun dan memperbaiki ibukota kita ini," ujarnya.

"Jika saya mendukung Ahok dalam Pilgub DKI, pertimbangannya sangat matang demi keutuhan bangsa ini agar jangan terbelah-belah," tuturnya lagi.

3 Nov 2016

Video Tidur Bareng Stefan William Dengan Celine Evangelista Bikin Heboh

Artis peran Stefan William rupanya belum puas membuat pernyataan sensasional sejak resmi pacaran dengan Celine Evangelista.

Usai menghebohkan publik dengan pernyataannya tak pernah pacaran dengan wanita perawan, kini Stefan kembali terang-terangan memberikan pernyataan ingin kekasihnya segera hamil.

Padahal, dirinya dan mantan istri Dirly ‘Idol’ itu belum menikah.

Dalam video yang diunggah akun @sri_aryuti di media sosial terlihat sebuah video Stefan sedang seranjang bareng Celine.

Stefan terlihat berinteraksi dengan fansnya melalui media sosial dengan menampilkan gambar audio visual.

Stefan mengatakan, Celine sangat cantik ketika sedang tidur.

Stefan pun mengabadikan video Celine yang tengah tertidur pulas disampingnya.

Tak sampai disitu, Stefan kemudian menggoda Celine dengan mencubit pipinya.

akun @sri_aryuti pun bertanya, ‘kok cepat ya, Celine hamil dulu ya’.

Stefan pun menjawab dengan santai.

“Duh, pengen banget sih kalau dia hamil. Makanya doain supaya dia cepat-cepat hamil ya,” jawab Stefan.

Video itu pun mendapat komentar beragam dari netizen:

lilis_salimah: Hamil??? Udh nikah

natashanuela777: Ati2lo kena hiv aids ganti2 cowo mulu wkakaka , eh lupa dulunya kan lesbi ya

archientanp: Polos bgt sih mukanya

dianfalih27: Stefan lucu loh. sukaa gaya kmu. so cool.

fera.effendi: Tdr d mna tu... Gaksuka gksuka gaksuka...

muzhy_zahra: Gatel lebay...mau muntah ..

loisfernando4juni: Ih... mau pulqk kompul kebo

prayci27: Tidul cama mamanya yah atau tantenya

Faradina Tika, DJ Cantik Pemeran Mimin di Tukang Ojek Pengkolan RCTI

DJ cantik Faradina Tika namanya belakangan ini semakin melambung setelah dia bergabung dalam jajaran pemain sinetron Tukang Ojek Pengkolan RCTI. Sinetron yang ratingnya cukup stabil di 10 besar itu berhasil membuat wajah cantik Faradina membekas di hati para pemirsa TV.

Ditemui di kediamannya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, belum lama ini, Faradina mau buka-bukaan tentang suka dukanya selama menjalani syuting sinetron Tukang Ojek Pengkolan.

Faradina menuturkan, tawaran untuk bermain di sinetron Tukang Ojek Pengkolan pertama kali datang pada bulan Ramadan 2016 silam, atau sekitar bulan Juni. Usai diberi tahu sang manajer tentang tawaran tersebut, Faradina keesokan harinya langsung berangkat ke lokasi syuting di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Sesampainya di sana, Faradina diminta sutradara untuk naik motor, berlatih peran sebagai tukang ojek wanita. “Aku disuruh mencoba naik motor, karena aku berperan sebagai Mimin, seorang tukang ojek,” cerita Faradina.

Memerankan tokoh Mimin, seorang wanita yang tomboy, Faradina menyebut karakter yang dimainkannya berbeda dengan sifat aslinya. “Sebagai Mimin aku harus sedikit keluar dari sosok asli Fara. Aku harus lebih tomboi dan lebih banyak bicara,” lanjutnya.

Saat awal-awal syuting Tukang Ojek Pengkolan, Faradina merasa sangat dibantu oleh Eza Yayang, salah satu pemain Tukang Ojek Pengkolan yang sudah dikenal Faradina sejak lama, jauh sebelum dia bermain di sinetron tersebut. “Karena aku dan Bang Eza sudah kenal,” katanya.

Tokoh Mimin juga mengharuskan Faradina untuk membuang sementara kebiasaan-kebiasaan favoritnya sebagai wanita di lokasi syuting. Kebiasaan-kebiasaan tersebut seperti memakai make up tebal dan pakaian bermerek.

“Aku diberi tahu bahwa tidak ada tukang ojek yang memakai make up, nanti malah diculik penumpang. Aku memakai sepatu kets yang tidak bagus, karena apa iya tukang ojek keliling memakai sepatu bagus,” terangnya.

Meski merasa proses syuting Tukang Ojek Pengkolan tidak mudah, bahkan cenderung berat, Faradina tetap mensyukurinya karena bisa mendapat uang dari situ. “Syuting ini membuat kulitku lebih hitam dan wajah berjerawat, tapi ini jerawat uang. Kulitku sampai terkelupas,” tandasnya.

Pasukan Asmaul Husna, Cara Polisi Mendinginkan Suasana Demo Ahok 4 Nov

Polri menyiapkan 400 anggota Brimob terpilih dari berbagai daerah untuk mengamankan jalannya demonstrasi pada 4 November 2016 mendatang dari Masjid Istiqlal menuju Istana Negara.

Mereka akan menggunakan sorban berwarna putih, kopiah haji dan tidak bersenjata. Pasukan yang berada di barisan terdepan itu bakal terus mengumandangkan zikir dan melafalkan Asmaul Husna atau nama-nama Allah.

"Kami menyebutnya Tim Asmaul Husna," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M.Iriawan, Rabu, 2 November 2016.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono menjelaskan Tim Asmaul Husna merupakan pasukan yang disiapkan dari Brimob Nusantara.

Polri, katanya, mendatangkan anggota Brimob dari berbagai daerah yang secara spesifik mempunyai kemampuan berzikir. Salah satunya Brimob dari Polda Jawa Barat.  Tim semacam ini pernah diturunkan ketika berlangsung demonstrasi di Bandung dan Surabaya.

Awi menuturkan hal ini merupakan terobosan kreatif dari Brimob Mabes Polri untuk mengamankan unjuk rasa tanpa kekerasan. "Kami kedepankan persuasif dulu," katanya.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Arif Rachman, mengatakan  Tim Asmaul Husna adalah pengganti pasukan tameng. "Kalau pasukan lain menembak pakai peluru, mereka menembak pakai hati," kata Arif.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Agus Rianto, mengatakan Tim Asmaul Husna hadir untuk mengingatkan masyarakat bahwa polisi sama dengan warga lainnya yang juga beribadah. "Bahwa ada juga di antara kami yang Muslim, juga melakukan kegiatan keagamaan," kata Agus.

Awi menjelaskan sesuai perintah Kapolri dan Kapolda, Tim Asmaul Husna maupun Tim Dalmas Awal tidak dipersenjatai. Meski begitu, prosedur tetap pengamanan akan tetap dilakukan.

Jika situasi damai, ujar Awi, akan menggunakan prosedur tetap atau SOP Nomor 6 tahun 2006 tentang Pengendalian Massa. Andaikata terjadi tindakan anarkistis, akan dipakai Peraturan Kapolri Nomor 1 tahun 2009 tentang Pengunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

"Terakhir,  kalo terjadi chaos, ada timnya sendiri menggunakan Protap Nomor 1 tahun 2010," ujar Awi.

Selain pasukan Asmaul Husna, Polri menyiapkan 300 personel Polwan berhijab untuk mengamankan demonstrasi di Jakarta pada 4 November 2016.

Personel Polwan berhijab ini akan diposisikan di garda depan pengamanan. "Mereka masuk dalam Tim Dalmas Awal atau Tim Negosiator," kata Awi.

Pada Rabu, 2 November 2016, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memeriksa kesiapan personelnya di Lapangan Silang Monas, Jakarta Utara.

Mulai dari pasukan TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, Marinir, Pasukan Khusus, polisi Lalu Lintas, dan Sabhara. Mereka memakai baju seragam masing-masing.

Di samping pasukan Brigade Mobil yang berpakaian hitam-hitam, hadir pula Tim Asmaul Husna yang berbalut sorban dan kopiah haji berwarna putih. Mereka tetap memakai seragam polisi.

Mereka duduk bersila dan tangannya menengadah di atas lutut. Mereka melafalkan Asmaul Husna atau nama-nama Allah untuk melunakkan hati ribuan demonstran seusai salat Jumat, 4 November 2016 di Mesjid Istiqlal dan Istana Presiden.

Ini Pernyataan Resmi Presiden Jokowi Terkait Demo 4 November

Presiden Joko Widodo angkat bicara soal rencana demonstrasi yang akan dilakukan oleh ormas Islam pada 4 November 2016.

Demo tersebut untuk meminta Polisi mengusut kasus calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap telah menistakan agama.

"Demonstrasi adalah hak demokratis warga, tapi bukan hak memaksakan kehendak dan bukan hak untuk merusak," kata Jokowi di Jakarta, Senin (31/10/2016).

Jokowi mengatakan, pemerintah akan menjamin hak menyampaikan pendapat setiap warga negara, namun, pemerintah akan mengutamakan ketertiban umum.

"Aparat keamanan sudah saya minta bersiaga dan melakukan tugas secara profesional jika ada tindakan anarkistis oleh siapa pun," kata Jokowi.

Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian sebelumnya mengajak masyarakat untuk mengawal kasus Ahok yang ditangani Bareskrim Polri.

Namun, ia menilai, pengawasan masyarakat tidak perlu dilakukan dengan pengerahan massa.

"Kita adalah negara demokrasi, kita serahkan pada aturan main dan aturan hukum yang ada.

Silahkan dikawal proses-proses hukum itu tanpa perlu untuk melakukan tekanan-tekanan dengan pengerahan massa," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/10/2016).

Kapolri juga mengimbau masyarakat agar dewasa dalam menyampaikan pendapat dan berunjuk rasa.

"Kami berkoordinasi dengan teman-teman yang akan melakukan aksi agar jangan mudah terprovokasi. Tolong jangan sampai anarkistis.

Waktu dan tempat untuk menyampaikan pendapat sudah disediakan. Kami berkomitmen melindungi dan mengamankan selama dilakukan dengan damai," katanya.

Imbauan itu merupakan respons Kapolri terhadap sejumlah provokasi yang tersebar secara viral untuk melakukan kekerasan pada aksi unjuk rasa.

Tito mengatakan, polisi akan mengambil langkah hukum terhadap pengunjuk rasa yang melakukan kekerasan dan merusak.

"Yang utama, kami didukung TNI untuk membuat rencana pengamanan agar masyarakat lebih terlindungi, lalu kami juga kerahkan anggota Brimob dari sejumlah wilayah. Intinya, kami berkomunikasi dengan baik untuk melindungi Jakarta," ujar Tito.

Dana Kampanye Anies-Sandi Terbesar, Agus-Sylvi Cuma Rp5 Juta, Ahok-Djarot?

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta telah menerima laporan awal dana kampanye dari semua pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur yang bertarung di Pilgub DKI 2017.

Laporan itu berisi rincian tentang penerimaan dan pengeluaran keuangan yang ada pada tiap-tiap paslon. "Laporan awal dana kampanye semua paslon sudah kami terima pada Kamis (27/10) lalu," ujar Komisioner KPU DKI, Dahlia Umar, Ahad (30/10).

Berdasarkan data yang diperoleh, penerimaan dana awal kampanye terbesar saat ini dimiliki oleh pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno (Anies-Sandi). Pasangan ini mengantungi bujet kampanye dengan total Rp 407,5 juta.

Perinciannya, uang yang dikumpulkan oleh paslon sebesar Rp 50 juta, dan sumbangan dari pihak lain badan hukum swasta sebanyak Rp 357,50 juta. Sementara, jumlah dana yang sudah dibelanjakan paslon nomor urut tiga itu sejauh ini tercatat sebesar Rp 348,77 juta.

Perinciannya, pengeluaran untuk pertemuan terbatas Rp 79,86 juta, penyebaran bahan kampanye umum Rp 207,50 juta, dan lain-lainnya Rp 61,41 juta. Sisa saldo dana awal kampanye Anies-Sandi kini adalah Rp 58,73 juta.

Sebanyak Rp 49,90 juta masuk dalam rekening khusus, sedangkan Rp 8,83 juta lainnya tunai.  Penerimaan dana awal kampanye terbesar kedua yakni paslon nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot), denganRp 209,94 juta.

Perinciannya, uang yang dikumpulkan paslon sebesar Rp 1 juta, dan dana sumbangan dari gabungan partai politik sebanyak Rp 208,94 juta. Sementara, jumlah dana yang sudah dibelanjakan oleh paslon nomor urut dua tersebut sampai sejauh ini tercatat Rp 182,68 juta.

Perinciannya, untuk pertemuan tatap muka sebesar Rp 28,38 juta, pembuatan desain alat peraga kampanye Rp 51,05 juta, pembelian peralatan, Rp 11,77 juta, dan lain-lainnya Rp 91,47 juta.

Ada pun sisa saldo dana awal kampanye paslon Ahok-Djarot saat ini adalah Rp 27,25 juta. Sebanyak 26,25 juta di antaranya dalam bentuk tunai, sedangkan yang Rp 1 juta lagi dalam rekening khusus.

Berikutnya, penerimaan dana awal kampanye paling kecil dimilikiAgus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni (Agus-Sylvi) dengan total Rp 5 juta. Uang tersebut berada dalam rekening khusus mereka. Belum ada laporan pengeluaran dari paslon nomor urut satu itu sejauh ini.

Dahlia mengatakan, tiap paslon yang berkompetisi di Pilkada DKI 2017 hanya diizinkan punya satu rekening bank khusus untuk keperluan kampanye mereka. Rincian transaksi penerimaan dan pengeluaran di rekening harus dilaporkan ke KPU DKI secara berkala.