25 Okt 2016

Cinta Laura Foto Selfie Dengan Matt Damon Bikin Iri Netizen

CINTA Laura harus tinggal dan menetap di Amerika Serikat. Keputusan ini diambil demi meniti kariernya untuk bisa go international.

Juli 2016, Cinta Laura sudah berada di negeri Paman Sam. Usahanya sudah membuahkan hasil. Di salah satu film produksi Hollywood berjudul The Ninth Passenger, dia sudah mendapatkan peran.

Film tersebut kini sudah selesai dan menunggu jadwal perilisannya. Menariknya, kemarin, ada salah satu foto Cinta Laura yang menggemparkan netizen.

Terlihat sang pelantun lagu Tulalit tersebut berfoto bersama dengan salah satu aktor Hollywood, Matthew Paige “Matt” Damon.

Banyak penggemar asal Indonesia yang berspekulasi bahwa keduanya terlibat dalam suatu pembuatan film yang sama. Tetapi belum ada kabar lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Yang jelas, pertemuan keduanya tersebut terjadi di pagelaran American Cinemateque Awards 2016 yang diadakan di California.

American Cinemateque Awards merupakan sebuah acara tahunan yang memberikan penghargaan kepada artis yang tidak biasa dalam industri hiburan yang memberikan komitmen penuh dan juga berkontribusi secara signifikan dari pekerjaan yang mereka tekuni, yaitu seni peran.

Penghargaan ini pertama kali diberikan oleh Eddie Murphy pada tahun 1986. Sedangkan penghargaan ke-30 di tahun ini diberikan kepada Ridley Scott, seorang sutradara dan produser asal Inggris.

Film terbaru yang dia kerjakan adalah The Martian yang dibintangi oleh Matt Damon di tahun 2015 lalu. Sebelumnya, Matt Damon pun juga pernah mendapatkan penghargaan yang bergengsi ini pada tahun 2010 yang lalu.

Tentunya bisa satu foto dengannya merupakan salah satu kebanggaan, tak terkecuali untuk Cinta Laura sendiri. Foto Cinta Laura bersama Matt Damon ini cukup membanjiri kolom komentar akun Instagram resmi miliknya.

Banyak penggemar Cinta Laura pun mengucapkan selamat karena mendapatkan momen langka seperti itu. Ada juga yang iri, karena bisa bersanding dengan aktor ganteng asal Amerika Serikat tersebut.

Mungkinkah ke depannya Cinta Laura benar-benar akan memerankan suatu tokoh di film yang sama dengan pemeran Jason Bourne tersebut? Kita tunggu saja sepak terjang “Go International” dari Cinta Laura.

Saber Pungli Diminta Serius Berantas Pungli di Indonesia

Pemerintah bergerak cepat dalam memberantas pungutan liar (pungli). Terkini, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) yang bertindak sebagai payung hukum pembentukan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

Saat menandatangani Perpres bernomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar tersebut, Presiden Joko Widodo telah mengingatkan jajarannya agar gerakan sapu bersih pungli tidak hanya dilakukan di luar institusi penegakan hukum, tapi juga menyasar kepada lembaga penegakan hukum itu sendiri. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jumat (21/10/2016).

"Presiden menyampaikan pesan yang sangat kuat bahwa saber pungli ini jangan hanya mengejar yang di luar tetapi juga ke dalam karena unsur yang terlibat di dalamnya seperti kepolisian, kejaksaan, Kemendagri, maka tentunya juga harus berani untuk membersihkan ke dalam," terang Pramono.




Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang turut memberikan keterangan mengungkapkan bahwa pemerintah juga akan fokus untuk mereformasi bidang hukum di Indonesia. Setelah sebelumnya, pemerintah telah memfokuskan diri pada penguatan fondasi ekonomi dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan di bidang ekonomi.

"Tujuan yang ingin kita capai, yakni memulihkan kepercayaan publik, memberikan keadilan, dan kepastian hukum," imbuh Wiranto.

Setidaknya, masih menurut Wiranto, reformasi hukum yang hendak dilakukan oleh pemerintah saat ini terbagi ke dalam tiga ruang lingkup. Lingkup pertama ialah penataan regulasi.

"Mengapa? Karena di sana banyak regulasi yang tumpang tindih, regulasi yang tidak efisien, regulasi yang justru tidak menguntungkan dari sisi penegakan hukum," terangnya.

Sebagaimana yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo sebelumnya, maka lingkup kedua dari reformasi hukum di Indonesia ialah pembenahan lembaga dan aparat penegak hukum itu sendiri. Dalam pembenahan ini, pemerintah menyasar pada lembaga maupun aparat yang secara nyata tidak menjalankan tugasnya dengan proporsional dan profesional.

Sementara lingkup ketiga dalam upaya pemerintah mereformasi hukum ialah membangun budaya hukum di kalangan masyarakat. Budaya hukum yang hendak dibentuk tentulah menjadi angin segar tersendiri mengingat upaya reformasi hukum ini menyentuh aspek penegakan hukum yang paling dasar.



Pelawak Tukul Arwana Tidak Mau Terlibat Dengan Acara Pilkada

Pelawak Tukul Arwana menolak tampil mengisi acara Pilkada maupun acara yang berbau politik, termasuk kampanye politik jelang Pilkada 2017.

"Tawaran pentas selalu ada, tetapi yang saya terima kalau tidak ada hubungannya dengan pilkada," kata Tukul seperti dikutip antaranews, Jumat (21/10/2016).

Bukan tanpa alasan pria asal Semarang ini menolak tawaran tampil di acara politik. Menurutnya, ia harus menjaga independesi profesinya sebagai pelawak.

"Saya tidak mau kalau untuk politik, karena saya perlu menjaga independensi pelawak. Lagi pula lawakan saya hanya lawakan umum," terangnya.

Bukan itu saja, pelawak bernama asli Tukul Riyanto ini juga tidak akan masuk ke dunia politik mengikuti jejak rekan-rekannya sesama artis. Namun demikian, ia tetap memberikan apresiasi kepada artis-artis yang berani memutuskan terjun ke dunia politik.

"Seniman berpolitik silakan saja, itu hak mereka. Tetapi saya tidak," katanya.

Ahok Akan Beri Pekerjaan ke Preman-Preman Jadi Juru Parkir

Untuk mengatasi masalah pengangguran dan maraknya preman di Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini mencari lahan sengketa untuk dimanfaatkan.

"Di Jakarta, banyak tanah nganggur. Pokoknya kalau ada pohon petai cina yang tumbuh petai, nah berarti itu lahan sudah lama enggak digunakan," kata Ahok, dalam sambutannya di RPTRA Semper Barat, Jakarta Utara, Sabtu (22/10/2016) pagi.

Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta dapat menyita lahan sengketa tersebut dan dimanfaatkan menjadi tampungan pedagang kaki lima (PKL) atau lahan parkir.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Ahok, berupaya membangun banyak lahan parkir dan park and ride.

Hal tersebut dilakukan Pemprov DKI, agar masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Pun preman-preman dapat dipekerjakan sebagai juru parkir ataupun berjualan di lahan tersebut.

Hal ini dilakukan guna mengurangi jumlah pengangguran dan tingkat kriminalitas di ibu kota.

"Kami mau rapikan parkir, kita juga banyak orang tanpa kerjaan,preman-preman banyak, tapi preman juga orang. Kita ingin mereka digaji yang layak,"

"Lahan parkir akan kami kuasai, yang namanya preman enggak kerja harus jadi tukang parkir, nanti kami sediakan tempat jualan," kata Ahok.

Ahok yakin, akan ada banyak pembangunan lahan parkir. Nantinya, warga dapat memanfaatkan dengan berdagang di lahan parkir tersebut.

Menemukan Pungli, Laporkan ke Nomor SMS 1193

Pemerintah kembali menegaskan upaya memberantas praktik pungli di pelbagai sektor. Bukan hanya melalui satuan tugas (satgas), pemerintah juga membuka layanan partisipasi masyarakat agar aktif melaporkan pungli yang terjadi.

Menko Polhukam Wiranto memimpin langsung Operasi Pemberantasan Pungutan Liar (OPP) melalui Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) menegaskan, pemerintah sangat serius menangani pemberantasan pungli.

“Pungli di Indonesia yang seperti membudaya, karena dari semua lapisan terjadi pungutan liar yang di luar ketentuan yang telah ditentukan. Ini tentu meresahkan masyarakat. Dan ingat, pungli ini tidak hanya Rp10 ribu, Rp20 ribu, sampai milyaran ada. Tentu ini harus kita bersihkan,” kata Wiranto kepada wartawan, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 21 Oktober 2016.

Untuk pemberantasan pungli dan penyelundupan, menurut Wiranto, pemerintah membentuk dua Satgas, yaitu Satgas Saber Pungli dan Satgas Penanggulangan Penyelundupan.

Khusus untuk pemberantasan pungli, Menko Polhukam menilai, saat ini momentumnya sudah sangat bagus, karena dampak dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kementerian Perhubungan ternyata sungguh sangat luar biasa.

“Sambutan masyarakat maupun perilaku para pemungut liar ini sudah berubah. Banyak laporan dari kementerian/lembaga (K/L) yang melaksanakan pelayanan publik, itu banyak sekali publik yang sekarang sudah merasa nyaman untuk mengurus kepentingan-kepentingan kebutuhan mereka,” jelas Wiranto.

Menurut Menko Polhukam, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2016, jaringan organisasi Satgas Saber Pungli dibentuk dari pusat sampai kementerian/lembaga terkait dan sampai daerah.

“Nanti akan dibentuk unit-unit Saber Pungli dengan satu kriteria, persyaratan, target, dan pengawasan tertentu, serta masukan dari masyarakat. Akan ada kroscek sehingga K/L terkait pasti akan melakukan itu dengan baik,” kata Wiranto.

Yang terpenting, lanjut Menko Polhukam, Satgas ini terbuka terhadap masukan dan pelibatan masyarakat secara langsung. Karena itu, yang mencari tempat-tempat terjadinya pungli, tidak hanya petugas Satgas atau unit Saber Pungli, tetapi masyarakat diminta untuk ikut aktif melaporkan langsung kepada Satgas Saber Pungli apabila merasakan atau melihat praktik pungutan liar.

Untuk memudahkan partisipasi masyarakat, Pemerintah membuka beberapa saluran komunikasi.

Pertama melalui situs internet. Masyarakat yang sangat paham menggunakan internet, disiapkan situs saberpungli.id. Kirim, formatnya langsung keluar nanti.
"Nanti ada registrasinya dulu, ada kolom-kolomnya langsung diisi, di sana juga ada pelaporannya bagaimana, dan itu langsung masuk ke pusat Satgas, dan nanti penyelesaiannya bisa dicek kembali oleh pelapor,” kata Menko Polhukam.

Kedua melalui SMS 1193

“Mudah, bukan sembilan angka, bukan 12 angka, tetapi cukup empat angka,” ujar Wiranto.

Ketiga melalui Call Center 193
Langsung berhubungan dengan operator-operator yang disiapkan di Satgas.

“Jadi untuk masyarakat, diberikan kemudahan yang luar biasa sepenuhnya untuk ikut serta mensukseskan Saber Pungli ini. Dengan keikutsertaan masyarakat, diharapkan ada kroscek di masyarakat,” jelas Wiranto.

Sedangkan kalau masyarakat memberikan laporan itu sangat akurat pasti, karena masyarakat yang mengalami sendiri. Menko Polhukam menjamin identitas pelapor pungli akan dirahasiakan.

“Jangan sampai nanti masyarakat ragu-ragu karena identitasnya disebarluaskan. Tapi kita butuh persiapan di Satgas, kira-kira kita butuh seminggu untuk menyiapkan perangkat dan operator. Sekretariat di Kantor Polhukam, di sana kita disain markas komandonya, sehingga nanti setiap saat bisa kita cek di sana,” pungkasnya.

Ahmad Dhani Ingin Singkirkan atau Penjarakan Ahok

HADIR dalam deklarasi Komunitas Cerobong Asap untuk Agus Harimurti-Sylviana Murni, di Lapangan Benteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10) Ahmad, Dhani menyampaikan kekagumannya kepada pasangan tersebut.


Bakal Calon Wakil Bupati Bekasi itu menyatakan kepemimpinan AHY sangat dibutuhkan warga Ibukota.“Mas Agus punya kepedulian dan perhatian terhadap seseorang, dan itu yang dibutuhkan oleh Jakarta,” kata Dhani di acara itu.

Menurut Dhani, Gubernur Jakarta yang saat ini menjabat yakni Ahok tidak punya kepedulian, terlebih kepada rakyat kecil.

“Kalau kita punya gubernur yang tidak peduli pada siapapun jangan dipilih, bila perlu disingkarkan. Dan tidak hanya harus disingkarkan, tapi harus dipenjarakan,” kata Dhani.

Meski punya kekaguman tersendiri pada sosok AHY, namun Dhani tengah bimbang menentukan pilihan. Sebab, secara pribadi dia juga menjalin hubungan emosional yang baik dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengusung duet Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada Jakarta 2017.

“Di antara kandidat lain, Agus ini yang paling lama saya kenal. Tapi kalau saya disuruh dukung Anies (oleh Prabowo), ya saya dukung juga, asal bukan Ahok,” ujar Dhani seperti dikabarkan RMOL Jakarta.

Diketahui, Ahmad Dhani diusung oleh koalisi Partai Gerindra, PKS dan Partai Demokrat pada Pilkada Kabupaten Bekasi 2017. Dhani dijagokan sebagai bakal Calon Wakil Bupati mendampingi Sa’duddin.

24 Okt 2016

Calon Ibu Pejabat ini Dikritik Keras Netizen Karena Kenakan Kostum Seksi Sailor Moon

Penampilan Mulan Jameela kini kembali menuai kritikan dari netizen.

Pasalnya ia baru saja tampil dengan mengenakan kostum ala Sailor Moon.

Sebelumnya Mulan sudah dibully lantaran mengenakan kostum bertudung dan dijuluki seperti penyihir.

Kini foto Mulan yang mengenakan kostum Sailor Moon itu diunggah melalui akun @lambe_turah.

Dalam foto tersebut, Mulan tampak bergaya seksi dengan kostum Sailor Moon.

Meski bukan gadis lagi, tubuh Mulan masih terlihat ramping dan cantik.

Sayangnya melihat kostum yang dikenakan istri Ahmad Dhani ini netizen kembali memberikan komentar pedas.

Mereka menilai Mulan tak sepantasnya ia menggenakan kostum seperti itu.

Apalagi saat ini diketahui ia mendampingi Dhani utnuk mencalonkan sebagai wakil bupati Bekasi.

@madameshop_no1, "Begini mau jadi ibu pejabat???bijimana nihhhh..PARAH..."

@leticia_amri, "Pake baju yg kelasan dikit pleasee.. Kan udh nyalon bubat ibupejabat."

@wulanprnma_., "Ga unya uit uat beli kostum yg mahal wkwkwkk."

@herdiniaputri, "Najooooongggsssss NORAK BUANGETTTTT. Kaga Ada Pantes2nyeee jadi Ibu pejabat . Ibu calon (gagal) Pejabat Kaliiii iyaaa... PELAKOR KELAS KAKAAP."

@avizza, "Anak udah 4 bajunya ky ABG...ora cocok."