2 Agu 2016

Indonesia Masuk Menjadi Pasar Empuk Teroris?

Menghindarkan Indonesia sebagai Pasar Teroris


topikindo.com - Sudah bukan barang baru bila setiap kejadian aksi teror, ribuan bahkan jutaan informasi baik palsu maupun fakta dapat dilihat melalui internet. Masyarakat yang terhubung dengan dunia maya dengan mudah menyantap suguhan aksi terorisme di berbagai perangkat digital yang mereka bawa.

Internet telah membuat informasi dan komunikasi menjadi semakin luas. Kabar di suatu tempat, hanya dalam hitungan detik telah menyebar ke berbagai belahan dunia.

Inilah salah satu media yang menarik bagi para teroris. Sebuah media yang mampu menjangkau seluruh pelosok dunia untuk menyebarkan pesannya.

Sementara terorisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik).

Dalam kajian, terorisme membutuhkan sejumlah syarat. Pertama membutuhkan media untuk menyampaikan pesan kekerasan yang mereka jalankan.

Pesan tersebut hanya akan sampai bila ada media yang mengkomunikasikan. Semakin luas media tersebut dapat diakses semakin menarik untuk digunakan.

Kedua, aksi terorisme membutuhkan penonton (publik). Pertunjukan teror tersebut dapat menjadi propaganda menyebarkan rasa takut kepada publik maupun untuk menginspirasi dan merekrut para teroris baru.

Kini untuk membenamkan ideologi teroris, tidak lagi membutuhkan tatap muka secara fisik. Cukup dengan menggunakan komunikasi melalui internet, maka seseorang dapat direkrut menjadi teroris.

Untuk itu, tidak salah bila kemudian internet menjadi teknologi yang populer digunakan oleh para teroris untuk menyampaikan pesannya.

Melalui internet, setiap orang dapat menyebarkan berbagai pemikirannya. Baik melalui teks maupun video. Baik melalui situs-situs maupun jejaring media sosial.

Tantangan Internet Tidak bisa dipungkiri, teknologi informasi dan komunikasi memiliki perkembangan yang sangat dramatis.

Sejak ditemukannya internet, kini teknologi tersebut digunakan hampir setengah populasi manusia dunia, Dalam laporan We Are Social bertajuk Digital in 2016, dari populasi dunia yang mencapai 7,4 miliar orang, terdapat 3,4 miliar pengguna internet di seluruh belahan dunia.

Di Indonesia dengan populasi 259 juta jiwa, terdapat sekitar 88,1 juta pengguna internet atau sekitar 30 persen. Laporan itu menyatakan pengguna internet aktif di Indonesia meningkat 15 persen dibandingkan Januari 2015 silam.

Hal itu didorong oleh penetrasi internet yang mencapai 34 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar 28 persen.

Data dari We Are Social tersebut juga menyampaikan orang Indonesia rata-rata menggunakan internet per harinya lewat PC atau tablet sekitar 4 jam 42 menit. Sementara waktu yang dihabiskan untuk surfing di ponsel lebih sedikit, yakni 3 jam 33 menit saja.

Sementara itu, pengguna aktif internet di Indonesia berbanding lurus dengan jumlah pengguna media social saat ini. Laporan menyatakan sekitar 79 juta pengguna aktif media sosial di Indonesia. Sementara itu, jumlah pengguna yang mengakses media sosial melalui perangkat mobile ada sekitar 66 juta.

Media-media sosial yang populer kini dijejali oleh jutaan orang diberbagai dunia yang saling terhubung, berkomunikasi secara virtual.

Facebook misalnya, pengguna aktifnya bertambah 60 juta per bulan dan telah melampaui 1,5 miliar pengguna di seluruh dunia.

Youtube, aplikasi berbagi video tersebut sejak 2013 menyatakan telah disesaki lebih dari satu miliar pengguna. Youtube menjadi medium yang sangat popular untuk memberikan tontonan.

Twitter, aplikasi berbagi pesan singkat juga merupakan sosial media yang populer di kalangan pemuda dan pengguna internet. Pengguna twitter diperkirakan mencapai 300 juta dan 50 juta penggunanya berasal dari Indonesia.

Seiring dengan pertumbuhan internet tersebut, maka tak heran bila Kasubdit Pengawasan dan Kontra Propaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Kol (Inf) Dadang Hendrayudha mengatakan, jumlah laman yang berisi tentang terorisme terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bila pada 1998 lalu teridentifikasi ada 12 website teroris, dan pada 2003, telah meningkat menjadi 2.650 website. Jumlah itu membengkak menjadi hampir 10 ribu website pada tahun 2014.

Meski pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi propaganda teroris di dunia maya tersebut. Melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika pemblokiran website teroris dilaksanakan.

Begitu pula bekerjasama dengan sosial media seperti facebook, youtube maupun twitter untuk memblokir secara agresif materi-materi ekstremis.

Namun demikian, di dunia maya seperti mengamini ungkapan mati satu tumbuh seribu.

Masalah propaganda terorisme bukan hanya masalah Indonesia tapi juga masalah dunia. PBB juga memiliki perhatian yang sama terkait hal ini.

Industri di dunia internet pun hingga saat ini juga tidak memiliki jurus sakti yang mampu menghadang propaganda teroris 100 persen.

Seperti diungkapan Wakil Presiden Microsoft Corporation Stephen Crown saat bertemu Dewan Keamanan PBB, tidak ada senjata pamungkas untuk menghentikan pelaku teror menggunakan internet.

"Seandainya ada penyelesaian yang mantap, industri tentu telah memanfaatkannya," kata Crown dalam debat di Dewan Keamanan mengenai kontra-terorisme, Mei 2016 lalu.

Crown memaparkan contoh, dalam waktu 15 menit setelah serangan Paris tahun lalu, ada 7.500 "tweet"; dalam waktu dua pekan, ada satu juga orang yang melihat video di Internet dan memuji serangan tersebut.

Kesadaran Di tengah sulitnya mencegah propaganda teroris di dunia maya, maka upaya yang dapat dilaksanakan adalah meningkatkan kesadaran diri pada setiap individu masyarakat bahaya terorisme.

Anies Baswedan, saat masih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan senjata paling canggih dalam melawan ekstremisme adalah berpikir kritis (critical thingking).

Sebuah metoda,yang hingga kini justru tidak diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia. Padahal berpikir kritis akan menumbuhkan daya tangkal terhadap hal-hal yang berbau ekstrem.

Tidak tumbuhnya daya kritis membuat masyarakat mudah dikelabui. Tidak heran bila banyak masyarakat mudah percaya begitu saja informasi di dunia maya, bahkan turut serta menyebarkannya dengan sekali klik saja.

Tentu saja upaya pendidikan bukanlah program jangka pendek, namun memiliki tujuan jangka panjang.

Upaya-upaya kesadaran seperti internet sehat, agen perubahan informatika, aksi bela negara tentunya perlu didukung untuk menanamkan nilai-nilai pada masyarakat dalam menghadapi serbuan informasi.

Membangun kesadaraan positif dalam berinternet akan menghindarkan bangsa ini sebagai pasar para teroris.

Kapolri Tito Karnavian Minta Medsos Server Khusus Indonesia Demi Keamanan

Kapolri Sarankan Server Khusus di Indonesia


topikindo.com - Kasus intoleran yang terjadi di Tanjung Balai, Sumatera Utara, ditenggarai karena ada provokatif dari media sosial. Upaya polisi dalam menengahi masyarakat yang bersengketa sudah dilaksanakan, tapi warga lainnya ikut terpicu lantaran pesan provokatif di medsos.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). Sebab, berkaca dari kasus intoleran di Tanjung Balai, dunia medsos menjadi penyumbang pecahnya konflik yang mengakibatkan lima vihara dan beberapa kendaraan terbakar.

"Kami akan berkoordinasi dengan Kemenkominfo bagaimana pengawasan media sosial Twitter, Facebook, dan lain-lainnya, yang dengan mudah setiap org menyebarluaskan secara viral," kata Tito di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta Timur.

Tito melanjutkan, konflik di Tanjung Balai sebenarnya sudah dicegah, yaitu dengan mendudukkan orang yang bermasalah. Namun, tiba-tiba saja ada provokator di media sosial, sehingga masyarakat lainnya tak terima, dan bertindak anarkis. Sementara itu, upaya preventif di media sosial tidak bisa dicegah lantaran Polri tidak punya otoritas di dalamnya.

"Mungkin salah satunya dengan meminta provider internasional untuk memiliki server di Indonesia bisa jadi salah satu solusi. Sehingga bisa mencegah dan mengantisipasi adanya isu provokatif di media sosial. Sebenarnya kasus ini sangat mudah sekali ditangani. Tapi karena kita tidak punya akses, penanggulangannya jadi sangat sulit," terang Tito.

Atas dasar itu, Tito mengaku tidak bisa mencegah adanya provokator yang menyebarkan pesan bersifat SARA di media sosial. Pihaknya hanya bisa mendeteksinya, setelah itu, melakukan penindakan melalui cyber crime. Sementara pesan SARA yang dilempar sang provokator, tetap menjadi viral di media sosial.

Di sisi lain, Tito menekankan, pihaknya akan menindak tegas pelaku provokator yang menebarkan hate speech. Selain itu, ia meminta, agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu-isu yang bersifat SARA.

"Jangan sampai mudah terprovokasi dengan berita-berita yang belum tentu benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan di medsos. Saya tekankan, ada ancaman hukumannya bagi mereka yang menyebarkan isu negatif. Kami mengimbau kepada netizen pengguna medsos tolong jangan menyebarkan isu negatif yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," tandas dia.

Aduh, Ratna Sarumpaet Sindir Jokowi Jadi Calonya Ahok

Ratna Sarumpaet: Jokowi Jadi Calo Ahok? Betapa Malangnya Bangsaku


topikindo.com - Kedatangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Munas Golkar yang satu mobil bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mendapat sindiran dari seniman dan aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet.

Ibu dari artis cantik Atiqah Hasiholan ini menilai, keakraban tersebut seolah-olah menunjukkan Jokowi menjadi calo politik bagi Ahok.

Meski tidak dijelaskan lebih detail, namun dengan keputusan Ahok memilih jalur partai, bukan tidak mungkin yang dimaksudkan Ratna adalah Jokowi diminta Ahok untuk merayu Megawati, agar mendukung Ahok di Pilkada DKI 2017 mendatang.

Selain menyebut Jokowi sebagai calo Ahok, Ratna kembali menyindir presiden melindungi Ahok dari berbagai kasus korupsi.

Dua tindakan Jokowi yang dianggap melindungi Ahok dari korupsi dan menjadi calo politik, Ratna menganggap betapa malangnya bangsa ini.

"Setelah dtudinng LINDUNGI Korupsi Ahok @basuki_btp skrng Pres @jokowi jd CALO nya? Alangkah malang bangsaku," cuit Ratna Sarumpaet melalui akun twitter-nya.

Sebelumnya, Ahok yang ditanya mengenai kedatangannya ke Munas Golkar menggunakan satu mobil bersama Presiden Jokowi, Megawati, Menko PMK Puan Maharani, dan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, mengaku jika itu hanya sebuah kebetulan.

"Ya kebetulan saya kemarin diajak Pak Jokowi ke istana ngobrol-ngobrol. Sampai istana, ditanya (Jokowi), 'Mau ke mana?' 'Mau ke Golkar,' saya bilang. 'Tadinya sama mau ke Bu Mega sebelum Bapak bilang panggil saya.' 'Ya udah kita anter ke Bu Mega deh.' Sampai di sana, gak taunya Bu Mega juga mau ke Golkar," kata Ahok di Balai Kota Jakarta

PPP Merapat ke PDIP Bila Risma Jadi Calon di Pilgub DKI 2017

PPP Hampir Pasti Koalisi dengan PDIP Jika Calonkan Risma di Pilgub DKI


topikindo.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memiliki 10 kursi di DPRD DKI Jakarta sehingga harus menempuh jalur koalisi bila ingin ikut dalam kontestasi Pilgub 2017. Sekjen PPP Arsul Sani menyebut kemungkinan besar merapat ke PDIP jika partai itu mencalonkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

"Jadi bukan pasti ya, karena kepastian hanya milik Allah. Tapi hampir pasti kami berkoalisi dengan PDIP jika PDIP calonkan Risma," kata Arsul saat berbincang.

Arsul menegaskan partainya tak akan mendeklarasikan calon gubernur karena kepemilikan kursi tak mencukupi. Menurut Arsul, mendukung Risma adalah suara dari konstituen PPP.

"Itu diaspirasikan para pemilih PPP," ujar Arsul.

Dia kemudian memberikan catatan bahwa PPP tak akan merapat ke PDIP bila mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Untuk saat ini partai yang sudah mendeklarasikan diri tak dukung Ahok baru Gerindra. Partai besutan Prabowo Subianto itu menunjuk Sandiaga Uno.

"Bukan berarti kita berpisah sama Gerindra, kan bisa saja Bu Risma dengan Sandi nanti atau Djarot dengan Sandi. Bisa saja kita dukung," sebut Arsul.

Sementara untuk internal PPP sendiri, Arsul menyebut ada mantan pimpinan KPK Taufiequrrahman Ruki yang kemungkinan diajukan. Tetapi PPP terus membuka komunikasi dalam membangun koalisi.

Gerakan Risma DKI 1 Makin Meluas di Jakarta

Gerakan Pendukung Risma DKI 1 Tetap Eksis di Jakarta


topikindo.com - Kelompok warga yang mendorong Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini maju ke pilkada Jakarta 2017 -- Jacklovers -- aksi di sekitar kawasan patung kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka menegaskan dukungan mereka tidak berhubungan dengan kepentingan partai politik, melainkan murni aspirasi warga Jakarta.

"Tidak berafiliasi ke parpol, nggak ada sama sekali. Kita pure dari masyarakat di Jakarta," kata anggota tim media Jakclovers, Hendi, di kawasan Patung Kuda.

Menurut Hendi, Risma memiliki kapabilitas menjadi pemimpin Jakarta. Risma selama memimpin Surabaya, menurut Hendi, membuktikan mampu mengedepankan moral dan akhlak.

"Nggak juga sih, ini memang gerakan yang dari ke galauan tidak adanya sosok yang mereka inginkan secara moral dan akhlak, dan santun secara berpolitik. Tidak pernah kita menjelek-jelekkan hal lain, kita ini sportif mendukung Bu Risma," kata dia.

Hendi mengklaim ada ribuan anak muda yang bergabung dalam komunitas Jacklovers di Facebook.

Mereka berasal dari berbagai kalangan, mahasiswa, akademisi, bahkan artis.

"Ada beberapa, sebagai ketuanya Bunda Neno Warisman Mantan artis sekarang jadi pendakwah. Ada juga dari dosen UI Aries Munandar. Kalangan muda dari mahasiswa juga banyak," katanya.

Relawan Jacklovers mendeklarasikan diri pada 21 Juli 2016.

"Kita sudah deklarasi dukungan ke Bu Risma di Ampera 21 Juli, kemarin," kata Hendi.

Hari ini, puluhan relawan Jacklovers aksi di tengah pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor di Jakarta Pusat. Mereka menyapu jalanan menggunakan sapu lidi sebagai dukungan simbolis kepada Risma. Mereka juga menyelenggarakan pertunjukan teaterikal dan membagi-bagikan brosur serta pamflet kepada warga.

Provokator Kerusuhan Tanjung Balai Jalankan Aksinya Melalui Media Sosial

Diburu! Provokator Kerusuhan Tanjung Balai yang Beraksi di Media Sosial


topikindo.com - Mabes Polri memastikan mencari para pelaku provokasi di media sosial terkait peristiwa anarkis peristiwa di Tanjung Balai, Sumatera Utara yang terjadi pada Jumat (29/7) malam. Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Agus Rianto mengaku prihatin dengan peristiwa tersebut.

Ia memastikan, upaya penegakkan hukum, akan menelusuri, mencari para pelaku provokasi di peristiwa itu. Agus pun tidak menampik soal informasi yang beredar bahwa provokasi dilakukan melalui media sosial yakni facebook.

"Provokasi itu bisa dilakukan baik secara langsung atau dengan saluran komunikasi yang ada dan tidak bisa dipertanggungjawabkan," tegas Agus.

Mantan Kabag Penum Mabes ini juga mengingatkan agar warga di Tanjung Balai agar tidak mudah terprovokasi dengan hasutan-hasutan yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab.

Aksi yang terjadi sejak Jumat (29/7) malam hingga Sabtu (30/7) dini hari kemarin ini, sekelompok massa melakukan pengrusakan di beberapa tempat ibadah.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan kerugian ditaksir hingga ratusan juta. Sebanyak tujuh warga diamankan di Polres Tanjungbalai karena melakukan penjarakan.

Aksi ini dipicu karena adanya permintaan seorang warga inisial M yang meminta mengecilkan volume suara mikropon di Mesjid Almakshum di Jalan Karya, Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman mengimbau kepada seluruh warga Kota Tanjung Balai memperkuat persatuan dan kerukunan antar masyarakat pasca-kerusuhan bernuansa SARA.

Aparat kepolisian dan TNI juga diminta menjamin kemanan warga dan mencegah terjadinya konflik susulan.

"Sumatera Utara kita ketahui selama ini merupakan wilayah dengan toleransi antar-umat beragama yang sangat baik. Kita prihatin atas peristiwa ini. Saya menyerukan kepada seluruh warga Tanjungbalai memperkuat persatuan dan kerukunan serta mewaspadai provokasi dari pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana," kata Irman Gusman.

Irman mengingatkan konflik SARA merupakan problem serius yang bisa mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, semua harus bahu membahu dan bergotong royong untuk bersama-sama bergerak cepat mematikan sumber-sumber konflik.

"Kemarin Tanjung Balai, besok bisa saja terjadi di tempat lain. Kita bersyukur memiliki Pancasila yang menjadi pandangan hidup bangsa kita. Mari kita pegang teguh, dan implementasikan Pancasila dalam keseharian. Tidak hanya dalam ucapan tapi juga tindakan. Membumikan Pancasila, itulah obat mujarab mencegah konflik SARA," kata senator asal Sumatera Barat ini.

1 Agu 2016

Cita Citata Akui Telah Putus dan Diperas 250juta!!!

Kisah Cinta Cita Citata Dan Anggota DPR Kandas Lagi, Parahnya Kena Peras Rp 250 Juta Serta Diselingkuhi !


topikindo.com - Cerita asmara antara Cita Citata dengan anggota DPR yang bernama Amrullah Amri kini tengah kandas di tangah jalan. Usut punya usut Cita Citata telah tertipu oleh pesona dari Amri. Akhir-akhir ini terungkap bahwa Amri telah berselingkuh dari Cita Citata. Tidak hanya itu, Amri juga memeras Cita Citata sebesar Rp 250 juta. Hal ini diungkap oleh Cita Citata melalui akun media sosial Instagram miiknya.

Dalam foto tersebut menampakkan bahwa Amri mempunyai hubungan dengan seorang wanita. Bahkan wanita tersebut sudah mempunyai dua anak dari Amri namun tak kunjung di nikahi oleh Amri. Wanita tersebut mengaktakan “Dia bilang dia mau selesaikan utang sama kamu. Karena dia bilang ke saya pinjam Rp 250 juta,”. Selain itu wanita itu juga mengatakan “Gak cuma sekali ini saja Amri selingkuh, saya sudah punya dua anak dari Amri. Dia bilang kita akan nikah setelah Lebaran.”.

Oleh sebab itu, Cita Citatapun merasa galau dan menjadi sakit hati. Cita Citata memilih untuk memutuskan hubungannya dengan Amri. Untungnya keluarga Amri juga ikut membantu dalam kasus ini sehingga masalah dapat segera di selesaikan.

Cita Citata kemudian mengunggah sebuah foto ke dalam akun instagram miliknya. Di dalam foto tersebut dilengkapi dengan caption “Kebohongan menyelamatkanmu sementara tapi tidak selamanya,” kata Cita. “Jika seperti ini kondisinya apa saya harus melanjutkan hubungan saya? never judge someone without knowing the whole story. Alhmdulillah uang yang dia pinjam ke saya sudah balik full karena keluarganya punya etikad baik untuk menyelesaikan .. dan banyak lagi kebohongan yang dia buat .. semoga setelah saya tidak ada lagi korban selanjutnya …”.

Netizen yang mengetahui akan hal ini pun cukup terkejut dan merasa sangat prihatin atas apa yang telah menimpa Cita Citata ini. Namun ada juga netizen yang mengira bahwa hal ini adalah setingan belaka.